Koreri.com, Ambon – Sejumlah sekolah Madrasah Aliyah (MA) di Kota Ambon dilaporkan tidak lagi mendapatkan kucuran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Kabarnya, BOSDA untuk sekolah MA sederajat tidak lagi dianggarkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Maluku.
Fakta ini kemudian mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, SE.
“BOSDA inikan selama ini ada, tetapi tiba-tiba tidak ada, ini menjadi pertanyaan buat kita? Dan saya juga sudah konfirmasi ke beberapa sekolah Madrasah dan memang itu benar tidak diberikan lagi,” bebernya kepada awak media di Baileo Karang Panjang Ambon, Rabu (15/2/2023).
Menyikapi itu, pihaknya langsung menjadwalkan pemanggilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku.
“Besok itu kita akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dan mempertanyakan hal ini bahwa apa alasannya sampai BOSDA tidak diberikan,” tegas Rovik.
Menurutnya, keputusan seperti itu mestinya harus dibicarakan bersama-sama dan tidak sepihak.
“Jangan dinas langsung mengambil kebijakan sendiri lalu membuat keputusan untuk penghapusan dan meniadakan BOSDA buat Madrasah Aliyah ini,” sesalnya.
“Intinya mereka harus mendapatkan BOSDA karena mereka siswa dan anak-anak kita yang harus kita perhatikan dan jangan mengklaster kita urusan seperti itu,” tambahnya.
Rovik pun mengkuatirkan kondisi yang sama juga dialami sekolah-sekolah Kristen.
“Takutnya bukan saja terjadi di sekolah Madrasah Aliyah, tetapi ini juga mungkin terjadi di sekolah-sekolah Kristen dan sebagainya. Jadi intinya, biar itu sekolah swasta maupun negeri tapi tetap menjadi hak mereka maka itu harus didapatkan, jangan ada membanding-bandingkan,” tegasnya.
Rovik menambahkan tak hanya BOSDA, pihaknya juga akan mempertanyakan masalah TPP guru.
“Jadi besok ini kita akan konfirmasi semua itu mulai dari masalah TPP guru mapun masalah Alokasi BOSDA. Dan besok kita harus mendapat jawaban dari dinas tentang semua ini,” pungkasnya.
JFL
























