as
as

Mediasi Berlangsung Tertib dan Damai, Dandim JWY Ucap Terima Kasih kepada Masyarakat

IMG 20230301 WA0020

Koreri.com, Jayapura – Situasi Wamena, Kabupaten Jayawijaya saat ini dalam situasi kondusif dan aman.

Kondisi tersebut didukung niatan tulus dari semua pihak sehingga digelar mediasi penyelesaian masalah terkait kasus kerusuhan pada 23 Februari 2023 lalu yang mengakibatkan timbul korban jiwa.

Acara tersebut dipimpin Didimus Yahuli selaku Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan dihadiri para unsur Forkopimda, para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan serta dibantu oleh TNI-Polri, bertempat di lapangan Pendidikan Jl. D.I Panjaitan, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (28/2/2023) pukul 11.00 Wit.

“Untuk kelancaran acara mediasi ini, dari pihak TNI membantu proses pengamanan agar aman dan lancar serta segera mendapat solusi,” jelas Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman, S.I.P., M.H. saat dikonfirmasi terkait kegiatan acara mediasi tersebut.

Tampak hadir pada mediasi tersebut, Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo, SH, MH, Bupati Nduga Namia Gwijangge, S.Pd, M,Si, mantan Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom, S.E, M.M, Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Cpn. Athenius Murip, SH,MH, Kapolres Jayawijaya AKBP. Hesman S. Napitupulu, SH, S.IK, MH.

Ketua Pengadilan Negeri Wamena Yasid S.H, M.H, Kajari Jayawijaya Salman SH,MH, Wakil Bupati Jayawijaya Marthen Jogobi S.H., M.Si, Ketua DPRD Jayawijaya Matias Tabuni, Anggota DPR Nduga Namatus Gwijangge, Sekda Lany Jaya Tedien Wenda STh, S.IP, M.Si, Pemerhati HAM Theo Hesegem, Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga, Tokoh Gereja FKUB dan keluarga korban dari Jayawijaya, Lany jaya, Yahukimo dan Nduga.

Pada kesempatan itu, Didimus Yahuli selaku Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan mengatakan semua aspirasi sudah diterima dan proses hukum sedang berjalan.

“Sekaligus juga akan membahas permintaan dari setiap perwakilan daerah yang sudah menyampaikan aspirasinya pada hari ini,” ungkapnya.

Didimus menambahkan, masalah ini akan diselesaikan secara budaya dan hukum yang berlaku dan proses budaya dapat selesaikan dengan dibantu oleh para Bupati sesuai dengan tuntutan keluarga.

Sementara itu, Pj Gubernur Nikolaus Kondomo mengajak semua pihak untuk mendoakan para almarhum korban kerusuhan.

“Saya dengan para pejabat hadir disini untuk mendengarkan aspirasi dari keluarga korban peristiwa kerusuhan kemarin,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Namatus Gwijangge selalu Anggota DPR Nduga menegaskan penyelesaian masalah harus dilakukan dengan cara dua jalur yaitu hukum dan adat.

Demikian pula halnya perwakilan keluarga korban meminta denda dan ganti rugi, serta proses adat maupun hukum tetap berjalan. Sehingga jika benar pelakunya aparat keamanan TNI-Polri maka segera diproses hukum.

Saat dimintai tanggapannya, Dandim 1702/Jwy Letkol Cpn Athenius Murip menyampaikan ucapan terima kasih karena acara mediasi berlangsung dengan baik dan masing-masing pihak dapat menyampaikan aspirasinya, termasuk pihak keluarga korban.

“Masyarakat yang mengikuti pertemuan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan aman dan tertib. Terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para tokoh. Mari kita jaga wilayah ini dengan baik, sehingga tetap aman dan damai,” ajaknya.
Saat ini, tegas Dandim, situasi aman dan kondusif.

“Terkait adanya berita situasi Wamena lumpuh itu tidak benar, itu hoax,” tegasnya.

PDC-17

as

as