Koreri.com,Sorong- Pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR Papua Barat Daya di Sekretariat KPU PBD, Aula Luxio, Kota Sorong, Sabtu (13/5/2023) nyaris adu jotos.
Nyaris adu jotos itu akibat pertukaran nomor urut partai yang tidak sesuai dengan SK DPP PDI Perjuangan.
Ketua DPD PDIP Papua Barat Daya Joppye Onesimus Wayangkau mengatakan, insiden saat pendaftaran Bacaleg merupakan masalah internal Partai.
“Ini nanti coba kita lihat kembali,” kata Joppy Onesimus Wayangkau menjawab pertanyaan awak media.
Joppye mengaku, dirinya tak mengetahui persoalan yang ributkan sehingga sebagai pimpinan akan dievaluasi.
“Itu pasti kita evaluasi. Tapi proses ini sedang berjalan,” ungkap mantan Pangdam XVII Kasuari.
Pemberitaan sebelum, Pendaftaran Bacaleg dari DPD PDIP Papua Barat Daya diwarnai keributan di dalam ruangan.
Keributan itu terjadi disaat staf KPU sedang melakukan pemeriksaan dan penelitian berkas dan dokumen Bacaleg.
Insiden semakin memanas ketika aksi adu mulut terjadi.
Dorong mendorong antara pengurus partai terjadi didepan pintu masuk.
Ketua DPD PDIP Papua Barat Daya Joppye Onesimus Wayangkau tampak berdiri dan meleraikan aksi adu mulut itu.
Diduga insiden keributan terjadi karena soal penempatan nomor urut Bacaleg.
Meski sempat adu mulut dan dorong mendoroang insiden berhasil diredam dan pemeriksaan berkas pun dilanjutkan.
Ketua DPC PDIP Kota Sorong, Papua Barat Daya yang juga Bacaleg DPR PBD Edo Kondologit mengatakan, pada saat penetapan nomor urut DPP langsung turun tangan.
“Sehingga jangan ada yang ganti nomor urut sembarang, saya pikir partai kita harus ditertibkan,” ujarnya.
KENN






























