Koreri.com,Bintuni– Pemerintah daerah dalam penangangan stunting dan kemiskinan ekstrem bukan hanya sekedar memberikan program makanan tambahan kepada anak.
Tetapi pembangunan akses jalan untuk membuka isolasi wilayah dapat menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw,M.T menegaskan bahwa dalam 1 tahun menjelang berakhirnya masa jabatan pada periode kedua ini, pemerintahan Pit-Matret gencar membangun akses jalan.
Membangun akses jalan lebih prioritaskan pada wilayah yang masih terisolir, sehingga ketika ruas jalan sudah tembus maka aktifitas masyarakat dapat berjalan dengan baik, faktor ekonomi meningkat.
“Kita bicara kemiskinan ekstrem bicara stunting tapi kalau tidak ada akses jalan maka percuma, kalau sudah ada akses jalan baru yang mengikuti, ekonomi tumbuh, masyarakat sejahtera,” kata Bupati Petrus Kasihiw pada acara peresmian dua sarana ibadah di Kampung Soroundauni, Distrik Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni, Senin (12/6/2023).
Kampung Soroundauni merupakan daerah terpencil yang tidak terlalu jauh dari ibu kota Kabupaten Teluk Bintuni, namun karena terkendala belum adanya akses jalan yang menghubungkan.
Sehingga hasil masyarakat setempat yang mayoritas nelayan udang tidak dapat dijual di pasar Bintuni, hal ini menjadi perhatian pemerintahan Pit-Matret pada penghujung periode kedua ini.
Kasihiw mengaku akan memprogramkan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan ibukota Teluk Bintuni dengan Kampung Soroundauni, begitu juga dengan ruas jalan menembus wilayah Moskona.
“Kami akan memprogramkan pembangunan ruas jalan dari kampung Soroundauni tembus kilo 14 begitu juga jalan tembus Meyado ke Taroi, kan Taroi akan dibangun PPI, jadi ini jadi prioritas kami,” ujarnya.
Kabupaten Teluk Bintuni memiliki angka stunting sebesar 22,8 persen. Sedangkan rata-rata nasional 21,6 persen pada 2022, berdasarkan data ini, Bupati Teluk Bintuni telah melakukan pemetaan program untuk penyediaan intervensi gizi spesifik dan sensitif.
KENN































