Koreri.com.Jayapura – Musim kemarau berkepanjangan yang diiringi cuaca dingin ekstrim memicu terjadinya gagal panen hingga membuat warga Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, kesulitan mendapatkan bahan makanan sejak Sabtu (3/6/2023).
Kekeringan itu juga menyebabkan warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih hingga mengakibatkan enam warga yang meliputi lima orang dewasa dan seorang bayi meninggal dunia yang diduga karena diare dan dehidrasi.
Pemerintah pun langsung turun tangan guna mengatasi dampak bencana kekeringan tersebut.
Salah satunya, melalui Kementerian Sosial RI. Sejumlah bantuan didistribusikan langsung ke lokasi terdampak.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi membenarkan pendistribusian ke daerah yang terdampak bencana kekeringan tersebut.
Dikatakan, akibat bencana kekeringan tersebut telah berdampak pada kurang lebih 7.500 jiwa.
“Untuk penanganan darurat yang dilakukan meliputi penyelidikan epidemiologi kepada para korban yang meninggal dunia, pendistribusian bantuan makanan dan obat-obatan serta penyuluhan kesehatan juga dilakukan secara berkala oleh Emergency Medical Team (EMT) Regional Papua,” ucap Kabid Humas.
Kabid Humas pun merincian bantuan logistik dan peralatan yang bersumber dari Kementerian Sosial RI diantaranya, makanan siap saji 10.000 paket, rendang kemasan 3.000 paket, susu protein 3.000 paket, dan sembako 3.000 paket.
Selanjutnya, tenda gulung 2.000 paket, selimut 10.000 lembar, matras 2.000 lembar, kasur lipat 2.000 buah, pakaian anak 2.000 stel, pakaian dewasa 2.000 stel, tenda pengungsi 4 unit, genset listrik 20 unit, motor trail 3 unit dan beras 50 ton.
“Pendistribusian kepada masyarakat terdampak kekeringan akan dilaksanakan TNI dan Polri, mengingat kondisi medan yang berat dan hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua serta helikopter,” tutur Kombes Benny.
“Kami akan memastikan bahwa bantuan Pemerintah tersebut sampai di tangan masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
EHO






























