Bupati Mimika dan Rombongan Lanjut Kunker ke Uta, Ini Agendanya

Bupati JR Kunker Kp UTA
Bupati Johannes Rettob, Wabup Emanuel Kemong bersama rombongan saat tiba di Pelabuhan Uta, Distrik Mimika Barat Tengah, Munggu (2/11/2025) / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Bupati Mimika Johannes Rettob, dan Wakil Bupati Emanuel Kemong melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah, Minggu (2/11/2025).

Bupati-Wabup hadir bersama Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Dandim 1710/Mimika, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pimpinan OPD usai rangkaian kunker di Distrik Mimika Barat Jauh.

Rombongan disambut tarian adat Kamoro setibanya di Pelabuhan Uta. Suasana pun berlangsung penuh kehangatan.

Membuka acara tatap muka yang berlangsung di Kantor Distrik Mimika Barat Tengah, Bupati Johannes Rettob mengatakan, agenda kedatangan mereka ke Uta bertujuan untuk meninjau langsung fasilitas pemerintah sekaligus meresmikan layanan air bersih bagi masyarakat setempat.

“Pemerintah hadir untuk memastikan pelayanan publik berjalan baik sampai ke kampung-kampung. Program air bersih ini salah satunya bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Bupati Rettob.

Sementara itu, Wabup Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan masyarakat.

“Terima kasih untuk penyambutan yang luar biasa ini. Untuk hal-hal lain kita akan bicarakan lebih lanjut dalam acara tatap muka nanti,” ujarnya singkat.

Pertemuan ditunda hingga siang hari karena Bupati dan Wakil Bupati terlebih dahulu mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja Katolik Santo Yosef Uta bersama umat setempat.

Sebagai informasi, Kampung Uta merupakan salah satu kampung pesisir di Distrik Mimika Tengah yang terletak diantara wilayah Kokonao dan Wakia.

Wilayah ini dapat ditempuh menggunakan perahu motor melalui jalur laut dan sungai dari Timika dengan waktu tempuh sekitar 2 hingga 3 jam tergantung kondisi pasang surut.

Mayoritas penduduknya berasal dari suku Kamoro, yang dikenal dengan tradisi seni ukir, musik tifa, serta ritual budaya pesisir yang masih kuat dijaga hingga kini.

Kampung Uta juga menjadi salah satu titik penting pengembangan pelayanan dasar di kawasan pesisir tengah Mimika, termasuk bidang pendidikan, kesehatan, dan penyediaan air bersih.

TIM