Koreri.com, Ambon – Legislator Maluku Rovik Akbar Afifudin mengecam keras kebijakan Direktur RSUD dr. Haulussy yang membayar jasa tenaga kesehatan tidak sesuai peraturan.Jasa
Pasalnya dalam pertemuan sebelumnya, Direktur RSUD Haulussy menjanjikan para tenaga kesehatan (nakes) akan dibayarkan insentifnya tetapi hanya untuk dokter spesialis.
“Sedangkan dokter umum, para tenaga medis yang lain itu tidak di bayarkan,” bebernya kepada sejumlah media di ruang Komisi IV DPRD Maluku (4/9/2023).
Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku ini, jika mengacu pada Perda 2021 semua itu harus diselesaikan bukan dokter spesialis saja.
“Kalau menurut saya, model seperti begini ini adalah upaya memecah belah atau mengadu domba para tenaga kerja di RSUD Haulussy Ambon. Maka saya anggap Direktur RSUD Haulussy Ambon ini kurang ajar sekali,” kecamnya.
Rovik mengaku heran, Pemerintah Provinsi Maluku masih mau mempertahankan orang seperti begini.
“Orang ini tidak ada punya niat untuk memperbaiki RSUD Haulussy Ambon. Dan kalau ini kebijakan yang dilakukan seperti ini maka hancur sudah rumah sakit ini. Komitmen orang ini tidak bisa di pegang dari awal saya sendiri sudah bilang bahwa kita tidak bisa pegang komitmen orang in,” bebernya.
Rovik menegaskan akan mendesak pihak RSUD Haulussy Ambon untuk segera melakukan pembayaran untuk dokter umum, dan para tenaga medis.
“Kalau tidak di selesaikan, maka saya akan meminta surat rekomendasi resmi dari Ketua DPRD kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk mengganti Direktur RSUD Haulussy Ambon. Dia juga tidak cocok jadi pemimpin di Maluku karena dia tidak mengenal budaya-budaya kita di sini. Jadi, langkah yang diambil oleh Direktur ini harus menjadi perhatian Pemerintah Maluku terutama Sekretaris Daerah karena ini sudah tidak bisa ditolerir lagi sikap Direktur ini,” pungkasnya.
JFL
























