as
as

Pengidap HIV Capai 2370, Dinkes Ambon Berupaya Putus Mata Rantai Penularan

IMG 20230914 WA0038

Koreri.com, Ambon – Dinas Kesehatan Kota Ambon bersama Yayasan Pelangi Maluku terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan guna memutus mata rantai penularan penyakit HIV/AIDS di wilayah itu.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy kepada wartawan di Balai Kota setempat, Rabu (13/9/2023).

as

Dikatakan, angka kumulatif HIV di Kota Ambon sejak 1994 hingga 2023 mencapai 2.370 kasus.

“Jadi sejak 1994 sampai sekarang angka kumulatif untuk yang kasus HIV sebanyak 2.370 itu. Sementara untuk yang AIDS sebanyak 993 kasus. Dan yang masih minum obat sampai sekarang itu 1.176 penderita,” rincinya.

Diakui Kadis, jika pengidap HIV sejak dini sudah memeriksakan diri dan minum obat secara teratur maka akan dapat diselamatkan dari kematian.

“Karena obat itu berfungsi mencegah HIV berkembang menjadi AIDS, kondisi yang membuat penderita lebih cepat meninggal dunia,” akuinya.

Lanjut Kadis, adapun penularan HIV di Kota Ambon saat ini umumnya melalui hubungan seks bebas/tidak aman (bukan dengan pasangan ataupun gonta-ganti pasangan). Kemudian juga, hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom.

Sementara penularan lewat jarum suntik narkoba maupun ibu hamil sudah langka karena deteksi dini yang dilakukan oleh Puskesmas dan sosialisasi bahaya HIV/AIDS yang rutin dilaksanakan bersama Yayasan Pelangi Maluku.

Melalui jarum suntik (penggunaan) narkoba juga sudah tidak ada karena narkoba sekarang tidak lagi menggunakan suntikan.

“Intinya HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, namun yang bisa dilakukan adalah mencegah HIV berkembang menjadi AIDS dengan konsumsi rutin obat anti HIV,” tandasnya.

Dikutip dari Wikipedia, menyebutkan HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus mematikan dari dua spesies lentivirus penyebab AIDS.

Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Jika virus ini terus menyerang tubuh, sistem pertahanan tubuh pengidap akan semakin lemah.

Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan penurunan sistem imun.

Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran semen (reproduksi), darah, cairan vagina, dan ASI.

HIV bekerja dengan membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, salah satunya adalah Sel T pembantu, Makrofaga, Sel dendritik.

JFL

as