Koreri.com, Sorong – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menemukan logistik Pemilu 2024 dalam karton berisikan sampul surat suara dalam kondisi terbuka di dalam kontainer.
Terungkapnya temuan tersebut saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) PBD menerima tiga jenis logistik Pemilu 2024 berupa surat suara, Jumat (19/1/2024).
Tiga jenis surat suara DPR RI, DPRD Provinsi Papua Barat Daya dan DPRD Kabupaten/Kota dibongkar di pelabuhan Kapal Sorong.
Komisioner Bawaslu PBD Sofyan Saman, S.IP yang dikonfirmasi awak media membenarkan temuan tersebut.
Dikatakan, pihaknya langsung turun mengawasi bongkar muat logistik Pemilu 2024 yang terdiri dari beberapa item yaitu surat suara DPR RI, DPR provinsi, DPR Kota Kabupaten, ada juga sampul dan formulir.
“Lalu berdasarkan hasil pengawasan kami di lapangan, yang kami temui ada satu kontainer yang bercampur dengan barang-barang lain, barang di luar logistik kepemiluan. Dan itu dimuat dengan kapal KM Ciremai terpisah dari ekspedisi yang mengurusi pengiriman logistik Pemilu,” bebernya.
Hal ini, kata Sofyan, akan menjadi hasil pengawasan pihaknya dan akan dilaporkan secara berjenjang ke Bawaslu RI.
“Satu kontainer yang tadi kami sebutkan itu berisi sampul 224 koli. Ketika kami datang dengan KPU, itu sudah dalam kondisi terbuka. Dan tadi disaksikan juga oleh KPU, bahwa bercampur dengan barang-barang lain di luar logistik kepemiluan,” rincinya.
Menurutnya, terdapat oli juga yang lainnya namun ia mengaku tidak tahu itu.
“Ada drum dan lain-lain dan itu dimuat dengan kapal putih, KM Ciremai dari Surabaya. Jadi yang lain berjalan normal cuma yang menurut kami cukup fatal adalah itu (sampul). Di packing listnya itu tertulis 424 buah. Saya kira itu saja,” sambungnya.
Disinggung soal informasi yang diperoleh bahwa logistik tersebut sudah masuk sejak Senin lalu namun baru dibongkar hari ini, Sofyan mengaku Bawaslu PBD tidak mendapat informasi soal itu.
“Kami tidak mendapat informasi kapal masuk kapan, tetapi berdasarkan surat yang dikirim, pembongkarannya hari ini. Kami terima suratnya kemarin,” akuinya.
Sofyan juga menanggapi ketika disinggung juga soal indikasi kejanggalan atas temuan tersebut.
“Intinya, di luar satu kontainer tadi semua dalam keadaan terkunci, di segel dan usaha dibuka itu kami menyaksikan bersama. Jadi tidak ada masalah yang cukup berarti cuma satu kontainer tadi saja dalam keadaan terbuka, tercampur dengan benda-benda atau barang-barang lain,” tanggapnya.
Sofyan kemudian menambahkan jika pihaknya juga mendapati satu karton yang tertulis DPR Kota Jayapura.
“Ada satu kardus tapi itu kami belum bongkar. Jadi kami lihat hanya satu karton. Dan karena masuk di sini maka harus turun di sini,” pungkasnya.
KENN
























