Koreri.com, Sorong – Belakangan ini, sejumlah kalangan di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) terus bersuara menyoal tentang status dan juga hak politik orang asli Papua (OAP) sebagaimana telah diatur dalam UU Otonomi Khusus yang dikeluarkan Pemerintah pusat.
Hal itu kemudian semakin mencuat usai gelaran Pemilihan Presiden dan Legislatif pada 14 Februari 2024 lalu.
Kaitan dengan menuju tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak di seluruh Indonesia termasuk di Tanah Papua yang akan dimulai 17 April 2024, sejumlah figur calon terus mempersiapkan diri.
Para kandidat calon ini akan bersiap maju bertarung pada kontestasi politik lima tahunan di 6 provinsi se-Tanah Papua, termasuk salah satunya di Provinsi Papua Barat Daya (PBD).
Tak hanya mereka yang memiliki garis turunan langsung dari ayah-ibu yang OAP, namun juga figur yang memiliki garis turunan langsung dari ayah OAP maupun dari Ibu OAP.
Salah satu figur yang belakangan ini digadang-gadang sebagai kandidat kuat menjadi Calon Wakil Gubernur PBD yaitu Piet Kasihiw Trorba.
Ketua DPW Partai NasDem PBD ini digadang-gadang bakal berpasangan dengan Ketua DPD Demokrat PBD Abdul Faris Umlati yang akan maju sebagai Bakal Calon Gubernur setempat.
Pria yang lahir dari rahim perempuan asli Papua bermarga Trorba dari Suku Kuri, Teluk Bintuni ini telah menyatakan kesiapannya.
Bahkan guna memaksimalkan kesiapannya, Bupati Teluk Bintuni dua periode ini akan mendeklarasikan Forum Anak Mama Papua atau disingkat Forum ANAMAPA di seluruh Tanah Papua.
Deklarasi pendirian Forum ANAMAPA akan dimulai dari Teluk Bintuni, Papua Barat.
“Kami akan deklarasikan Forum Anak Mama Papua di seluruh Tanah Papua untuk bersatu memperjuangkan nasib anak-anak peranakan yang lahir dari rahim perempuan asli Papua. Forum ini juga bertujuan untuk mempersatukan kekuatan anak-anak yang lahir dari rahim perempuan asli Papua,” ungkap Piet kepada Koreri.com di Sorong, Selasa (16/4/2024).
Piet menegaskan akan berjuang untuk mendapatkan kepastian hak di atas tanah Papua tercinta ini.
“Intinya begitu dan forum ini akan mulai dideklarasi di Teluk Bintuni Papua Barat Tanah Kali Kabur Negeri Sisar Matiti,” tegasnya.
“Penggagas atau deklarator Forum ANAMAPA adalah saya sendiri Petrus Kasihiw Trorba. Nanti saya tiba di Bintuni lalu kita lengkapi badan pengurus, formatur dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga langsung kami deklarasi. Kita akan bentuk di seluruh Tanah Papua,” cetus Piet.
Dia kemudian mengingatkan oknum atau para pihak yang selama ini memandang remeh anak-anak peranakan yang lahir dari rahim perempuan asli Papua.
“Bapak kami banyak tersebar di seluruh Nusantara bahkan d luar negeri, jadi jangan anggap remeh kami,” kecamnya.
“Dan kami punya bapak juga datang dan berjasa di atas tanah ini, orang-orang tua kami. Dan kami tidak pernah menyangka lahir dari rahim perempuan asli Papua. Salah siapa dan untuk siapa kami ini dilahirkan? Untuk apa kami ini dilahirkan di tanah ini,” sahutnya.
Sekedar informasi, soal definisi OAP dalam kebijakan Otonomi Khusus sebagaimana diatur dalam UU Nomor 21 Tahun 2001 Pasal 1 huruf t menyebutkan,
Orang Asli Papua adalah orang yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang terdiri dari suku-suku asli di Provinsi Papua dan/atau orang yang diterima dan diakui sebagai orang asli Papua oleh masyarakat adat Papua.
KENN






























