as
as

Jelang Pemilukada, Kemong Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Isu Propaganda

fransiskus kemong
Intelektual muda Timika Fransiskus Kemong / Foto : ist

Koreri.com, Jayapura – Di era digital dan moderenisasi, banyak masyarakat mudah terhasut dan terprovokasi isu propaganda yang beredar luas di platform media sosial, apalagi jelang pelaksanaan Pemilihan umum kepala daerah (Pemilikada) November 2024 mendatang.

Menyikapi itu, Intelektual muda Timika Fransiskus Kemong meminta masyarakat bijak dalam bermedia sosial.

“Jangan mau termakan dan terhasut isu propaganda dan provokatif yang merugikan banyak orang termasuk diri sendiri,” imbuhnya.

Menjelang pelaksanaan Pemilukada, Kemong berharap seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan menjaga keamanan.

“Keamanan kunci utama terlaksananya Pemilu, keamanan sendiri tercipta dari masyarakat,” tekannya.

Kemong berharap Papua, bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya melalui terselenggaranya Pilkada yang Damai.

“Kita harus tunjukan kalau Papua bisa menciptakan situasi di Pilkada yang damai, karena slogan Papua cinta damai,” bebernya.

Bercermin dari kericuhan pada Pileg Febuari lalu, biarkan itu menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Kericuhan cukup merugikan banyak pihak, dan yang diuntungkan adalah oknum tertentu. Maka itu harus jadi pembelajaran dan kedewasaan kita semuanya,” tegasnya.

Disamping itu pria asal bumi Amungsa, dengan tegas meminta aparat Penegak hukum bertindak tegas kepada para oknum-oknum yang ingin mengganggu terselenggaranya Pemilu.

“Papua adalah NKRI, dan itu sudah finis, bagi oknum atau kelompok yang menolak Pemilu silahkan ditindak, apalagi ingin menggagalkan Pilkada,” tegasnya.

Kemong pun memberikan penegasan bahwa Pilkada adalah corong untuk memilih pemimpin yang bisa membawa perubahan.

“Para calon ada orang hebat yang akan membawa perubahan, maka mari kita sama-sama sukseskan Pilkada,” tegasnya.

TIM

as

as