Pemkab Mimika Percepat Realisasi Bedah Rumah, 152 Unit Lolos Verifikasi

Abriyanti Nuhuyanan Kadis Perkimtan Mimika3
Kepala Dinas Perkimtan Mimika, Abriyanti Nuhuyanan/ Foto : EHO

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) terus mengakselerasi program peningkatan kualitas rumah atau yang dikenal sebagai program bedah rumah.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga dengan kondisi rumah tidak layak huni.

Kepala Dinas Perkimtan Mimika Abriyanti Nuhuyanan, mengatakan saat ini proses masih berada pada tahap verifikasi calon penerima bantuan yang dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, program tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait, yang difokuskan pada perbaikan kualitas fisik rumah masyarakat yang membutuhkan.

“Usulan penerima bantuan dilakukan melalui sistem SIBARU, sementara verifikasi lapangan menjadi tanggung jawab pihak distrik. Distrik berperan penting dalam memastikan kondisi riil rumah warga,” ujar Abriyanti, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, pihak distrik tidak hanya mengusulkan nama penerima, tetapi juga melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk mengklasifikasikan kondisi rumah, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat.

Hingga saat ini, sebanyak 152 unit rumah pada tahap pertama telah selesai diverifikasi. Sementara itu, untuk tahap kedua dengan kuota 300 unit rumah, sebanyak 224 unit telah diunggah datanya dan masih dalam proses pemeriksaan lanjutan.

“Proses ini tidak dilakukan sekaligus, tetapi bertahap. Setelah verifikasi awal, akan dilakukan verifikasi lanjutan sebelum masuk tahap pembangunan,” jelasnya.

Abriyanti mengakui, kuota bantuan yang tersedia masih belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mimika. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong distrik untuk segera melengkapi data agar seluruh calon penerima dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya nanti, pemerintah akan memprioritaskan rumah yang benar-benar memenuhi kriteria hasil verifikasi. Tim teknis juga akan diturunkan kembali untuk memastikan kesiapan sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Ia menambahkan, nilai bantuan untuk setiap unit rumah diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta, yang khusus dialokasikan untuk peningkatan kualitas bangunan.

“Bantuan ini fokus pada perbaikan fisik rumah agar masyarakat bisa tinggal di hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman,” katanya.

Meski demikian, Abriyanti mengungkapkan adanya tantangan dalam implementasi program, terutama untuk wilayah di luar kawasan perkotaan. Keterbatasan akses menjadi kendala, mengingat anggaran dari kementerian hanya mencakup pekerjaan fisik, tanpa dukungan biaya transportasi.

Dengan terus berjalannya program ini, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap bantuan bedah rumah dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

TIM