Koreri.com Timika – Pemerataan pendidikan di Kabupaten Mimika masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, terutama bagi anak-anak yang tinggal di distrik dan kampung-kampung yang jauh dari pusat Kota Timika.
Anggota DPR Provinsi Papua Tengah Komisi IV, Ir. Aloisius Paerong, ST, MH, IPU, mengatakan ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan kampung masih terlihat dari ketersediaan sarana dan prasarana maupun tenaga pendidik.
“Pemerataan pendidikan di kampung-kampung pasti terjadi ketimpangan dibandingkan pendidikan dalam kota. Selain sarana dan prasarana, keterbatasan juga menjadi persoalan pendidikan di kampung-kampung,” ujar Louis, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus kepada guru yang ditempatkan di wilayah terpencil. Kehadiran guru di sekolah harus menjadi perhatian serius agar proses belajar mengajar tidak terhenti.
Selain memastikan guru hadir, pemerintah juga diminta melengkapi fasilitas sekolah agar anak-anak di kampung memperoleh mutu pendidikan yang layak.
Louis mengatakan, pendidikan dasar harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena menjadi fondasi bagi perkembangan anak-anak di masa depan.
Ia juga mendorong adanya insentif khusus bagi guru yang benar-benar bertugas di wilayah pesisir, pegunungan dan kampung-kampung yang memiliki tingkat kesulitan akses tinggi.
“Guru-guru yang ditempatkan di pelosok harus mendapatkan insentif khusus untuk meningkatkan semangat mereka bertugas,” katanya.
Louis berharap pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak benar-benar mendapatkan proses pembelajaran yang berkualitas.
NUEL




















