Koreri.com, Ambon – Guna mencegah naiknya angka stunting, Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena untuk kali kedua menyerahkan sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil (Elsimil) kepada calon pasangan suami istri (pasutri) atas nama Ristal Johannes Makatita dan Firnanda Jessica Nanlohy yang sedang menjalani pemberkatan di Gereja Maranatha Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (23/5/2025).
Sertifikat Elsimil berasal dari Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI/Kepala BKKBN RI dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di Kota Ambon,
Penyerahan sertifikat ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting dan persiapan generasi emas 2045. Sertifikat elsimil ini akan membantu calon pengantin mempersiapkan pernikahan dan kehamilan yang sehat.
Dalam sambutan, Lisa Wattimena menyampaikan pemberian Sertifikat Elsimil sebagai syarat pendaftaran nikah di KUA berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam mempersiapkan pernikahan dan kehamilan yang sehat, serta meminimalkan risiko stunting pada anak.
“Kita tahu bersama bahwa masalah stunting ini merupakan masalah Nasional yang perlu di tangani secara konfrensi mulai dari hulu. Maka untuk itu. penanganan stunting ini kita mulai tangani dari calon pengantin, ibu hamil dan anak stunting,” urainya.
Lisa juga menyampaikan bahwa Kota Ambon dalam penganan stunting itu dimulai dengan skrining pada calon pengantin yang dilakukan oleh tim pendamping keluarga yang ada di Desa, Negeri dan Kelurahan terdiri dari kader TP-PKK dan penanganan kesehatan.
“Dalam pendampingan kedua calon pengantin yang saat ini melakukan pernikahan sudah di dampingi oleh tim keluarga dan keduanya sudah dimasukan dalam data calon penggantin aplikasi Elsimil. Hasil yang diterima adalah pasangan tersebut mendapatkan hasil dengan gizi yang sangat baik untuk siap nikah dan hamil,” pungkasnya.
Turut hadir, Kepala Dinas PPKB Kota Ambon Ir. J. W. Patty, M.Si, dan sejumlah anggota PKK setempat.
JFL































