Koreri.com, Sorong – Dinas Kebakaran, Penyelamatan, Penanggulangan bencana (DKP2B) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua Barat Daya menggelar pelatihan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Multi Sektor dan Bimbingan Teknis Jitupasna (R3P) di Rylich Panorama Hotel Sorong, Selasa (10/6/2025).
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan George Yarangga mewakili Gubernur PBD saat membuka kegiatan menyampaikan kegiatan ini sangat penting bagi Provinsi Papua Barat.
“Kita semua menyadari bahwa Indonesia termasuk provinsi Papua Barat Daya adalah wilayah yang rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Mulai dari gempa bumi, tanah ,longsor, banjir hingga potensi bencana lainnya. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kapasitas kita dalam menghadapi serta mengelola risiko bencana menjadi krusial,” urainya.
Lanjut Gubernur, pelatihan dan bimtek yang dilaksanakan hari ini memiliki urgensi yang sangat tinggi. Dan tim reaksi cepat adalah garda terdepan saat bencana terjadi dimana kecepatan dan ketepatan tindakan mereka akan sangat menentukan efektifitas penanganan darurat dan penyelamatan jiwa.
“Maka dengan pelatihan ini, saya berharap tim kita akan semakin ramping, sigap dan terkoordinasi dalam merespon setiap situasi darurat,” imbuhnya.
Selanjutnya, kajian kebutuhan pasca bencana atau Jitupasna adalah pondasi penting dalam proses pemilihan data dan analisis yang akurat mengenai kerusakan, kerugian dan kebutuhan paskah bencana akan menjadi pijakan kuat untuk perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang tepat sasaran.
“Tanpa Jitupasna yang komprehensif, upaya pemulihan kita bisa jadi tidak efisien juga tidak sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.
Yang tidak kalah penting, sambung Gubernur, adalah penyusunan dokumen rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (R3P).
Dengan R3P yang solid, akan dapat memastikan bahwa pembangunan kembali tidak hanya mengembalikan kondisi semula tetapi juga membangun ketahanan yang lebih baik.
Gubernur menegaskan pula bahwa Pemprov PBD berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan dalam bidang penanggulangan bencana.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan Papua Barat Daya yang tangguh aman dan berdaya dalam menghadapi segala potensi bencana,” pungkasnya.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana DKP2B-Satpol PP PBD Joshua R. Homer dalam laporannya menyebutkan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM dalam penanggulangan bencana di provinsi ini.
“Kegiatan ini diadakan sebagai respon terhadap bencana banjir dan longsor dan bencana lainnya di wilayah kabupaten/kota se PBD,” urainya.
Dengan tercapainya tujuan dari pelatihan ini, diharapkan Kabupaten/Kota di PBD memiliki sistem tanggap darurat bencana yang siap siaga, terkoordinasi dan profesional dalam menghadapi bencana dan mampu menganalisa kebutuhan, kerusakan dan kerugian di setiap sektor sehingga dapat meningkatkan residensi dari masyarakat yang terdampak paskah bencana.
ZAN
