Bupati Tanimbar Temui 2 Kepala Balai di Maluku, Bahas Sejumlah Isu Prioritas

IMG 20250619 WA0017

Koreri.com, Ambon – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, Moch. Iqbal Tamher, MT, bersama Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku, Ir. Reza Rizka Pratama, ST, menerima kunjungan kerja Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa.

Kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BPBPK Maluku ini menjadi ajang strategis membahas sinkronisasi program infrastruktur menyongsong operasional kawasan industri energi IMPACT (Indonesia Masela Petroleum Area Commercial Terminal) di Pulau Nustual, Maluku Barat Daya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu prioritas dibahas, di antaranya pembangunan dan peningkatan kualitas jalan dan jembatan, sistem penyediaan air bersih, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Seluruh program dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat Tanimbar sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas eksplorasi dan produksi gas alam cair Blok Masela yang akan digarap oleh investor asal Jepang.

“Koordinasi lintas sektor ini sangat penting, apalagi menyangkut infrastruktur dasar yang akan menjadi tulang punggung aktivitas industri dan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Iqbal Tamher.

Hal senada disampaikan Bupati Ricky Jauwerissa. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di KKT harus disiapkan sejak dini, bukan hanya sebagai akses penunjang industri, tetapi juga sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat lokal.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ), Moh. Aqsha Qudus, ST., MT, Kasatker PJN Wilayah I Provinsi Maluku, Abdul Hamid Payapo, ST., MT, serta Kasatker PJN Wilayah III, David Marhutala Samosir, ST., MT. Seluruh pihak menyatakan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas instansi guna memastikan kesiapan KKT sebagai gerbang operasional proyek nasional strategis Blok Masela.

Pertemuan ini menjadi tonggak awal konsolidasi percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia, yang diharapkan tak hanya menjadi pusat ekonomi energi, namun juga model pembangunan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan.

RLS

Exit mobile version