Koreri.com, Jayapura – Proses rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Distrik Jayapura Selatan mengalami skorsing atau penundaan sementara pada Kamis (8/8/2025).
Rapat pleno yang dibuka oleh Ketua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Jayapura Selatan, Izaach Rumsawir, pada pukul 11.00 WIT, dihentikan sementara hingga pukul 14.00 WIT.
Penundaan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Keputusan skorsing tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara kedua saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, baik dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 maupun Paslon nomor urut 2, serta disetujui oleh pihak pengawas dari Panwaslu Distrik Jayapura Selatan.
Meski rapat dihentikan sementara, antusiasme masyarakat Jayapura Selatan tidak surut. Mereka tetap setia menunggu di sekitar lokasi rekapitulasi untuk menyaksikan proses yang dinilai krusial dalam menentukan arah kepemimpinan Papua lima tahun ke depan.
Salah satu warga, Cecep Samori, menyampaikan harapannya agar PPD dan seluruh pihak terkait menjalankan proses rekapitulasi secara jujur dan terbuka.
“Kami masyarakat hanya ingin kejelasan dan transparansi dari pihak penyelenggara, terutama PPD. Jangan ada yang ditutupi, karena ini menyangkut suara rakyat,” kata Cecep saat ditemui di depan kantor distrik.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat berhak untuk ikut mengawal proses demokrasi guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan suara rakyat yang telah diberikan secara sah di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa halaman depan Kantor Distrik Jayapura Selatan, yang menjadi lokasi utama rekapitulasi, dijaga ketat oleh aparat gabungan dari TNI dan Polri.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan dan menjaga situasi tetap kondusif selama proses rekapitulasi berlangsung.
Petugas keamanan terlihat bersenjata lengkap dan berjaga di sejumlah titik strategis di sekitar kantor distrik. tetap berkumpul dengan tertib sambil mengawasi jalannya proses.
“Kami tetap di sini untuk memastikan suara rakyat tidak dicurangi. Kami ingin proses ini berjalan bersih, tanpa intervensi dari pihak manapun,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga siang hari, situasi di Distrik Jayapura Selatan dilaporkan tetap aman dan terkendali, meskipun suasana terasa tegang. Pihak penyelenggara pemilu, saksi dari masing-masing pasangan calon, dan pengawas pemilu diharapkan tetap menjaga komitmen terhadap prinsip-prinsip pemilu yang jujur, adil, dan transparan.
Rapat rekapitulasi dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada pukul 14.00 WIT setelah ibadah Salat Jumat. Semua pihak, baik masyarakat, saksi, maupun pengawas, menaruh harapan besar agar hasil akhir yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat Papua.
TIM






























