Koreri.com, Ambon – Provinsi Maluku kini genap berusia 80 tahun tepat selang dua hari setelah Hari Kemerdekaan RI yang diperingati pada pada 17 Agustus 2025 lalu.
“Tapi sampai saat ini, kita masih disuguhkan dengan fakta bahwa Maluku masih menjadi 4 termiskin di Indonesia, dan pendidikan kita juga masih di posisis 4 terbawah,” sorot Alimudin Kolatlena kepada Koreri.com usai menghadiri Paripurna HUT Provinsi ke 80 di ruang Paripurna DPRD Maluku, Selasa (19/8/2025).
Ia kemudian mencontohkan satu potret nyata terkait dengan kondisi di Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang dari waktu ke waktu selalu saja menjadi sorotan. Hal itu berkaitan dengan kondisi keterbelakangan dari semua aspek mulai dari Kesehatan hingga infrastruktur yang buruk.
“Kilmury ini memang satu contoh kasus yang selama ini kondisinya seperti itu. Tetapi ada sebagaian besar wilayah di Provinsi Maluku yang fakta kasusnya sama seperti Kilmury yang masih tertinggal dengan keterpurukannya,” beber Alimudin.
Olehnya itu, dirinya berharap komitmen Pemerintah daerah, DPRD termasuk juga anggota DPR RI serta DPD RI harus berkolaborasi untuk memperjuangkan Kilmury maupun wilayah lainnya yang ada di Maluku.
“Jadi di berbagai kesempatan juga saya sudah sampaikan kondisi Kilmury kepada Pemerintah pusat sesuai dengan mitra-mitra kerja kita, dan tentu itu semua membutuhkan sinergi dari Pemerintah daerah dan semua pihak,” imbuhnya.
Alimudin juga mengaku tetap menunggu apa yang akan dilakukan oleh Pemda baik kabupaten maupun provinsi.
“Dan sebagai Anggota DPR RI di Senayan, saya bisa meneruskan hal ini ke Kementerian memperjuangkan kesulitan daerah kita. Maka itu, saya mau ada kerja sama semua pihak agar masalah-masalah ini bisa tertangani dan melihat kesulitan masyarakat Maluku saat ini,” harapnya.
Alimudin menyebut bukan saja soal Kilmury, tapi juga ada beberapa kabupaten/kota di Maluku seperti Kota Ambon, Tual, SBB dan Maluku Tengah sudah membangun koordinasi soal masalah mereka di daerah dan itu telah dilanjutkan dan diperjuangkan ke mitra sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah bisa diakomodir.
“Saya berharap daerah-daerah lain juga sama artinya kita tidak boleh berpikir bisa pintar atau berjuang sendiri. Dunia hari ini tidak ada superman, tidak ada orang yang hebat sendiri, tapi kita bisa berkalborasi, se-hebat-hebatnya seseorang tetap membutuhkan potensi-potensi atau sumber daya lain,” tegasnya.
Karena itu, dengan potensi yang dimiliki 11 kabupaten/kota juga Provinsi Maluku ditambah anggota DPRD provinsi, kabupaten/kota dan DPR, DPD RI maka sinergitas itu sangat penting. “Kalau kita tulus membangun maka Maluku akan keluar dari situasi terpuruk yang kita alami di daerah ini,” pungkasnya.
JFL






























