Koreri.com, Timika – Pemerintah Kampung Nawaripi, Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pada 2025, kampung ini mengalokasikan anggaran desa secara signifikan untuk pendidikan anak-anak asli Suku Kamoro dan pembangunan infrastruktur tingkat kampung.
Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun, mengungkapkan bahwa pihaknya mengelola lebih dari Rp3 miliar anggaran terdiri dari dana desa sebesar Rp1 miliar lebih dan alokasi dana desa (ADD) sekitar Rp2 miliar lebih.
“Dengan anggaran tersebut, fokus utama kami adalah menciptakan generasi muda Kamoro yang unggul melalui pendidikan,” ujar Norman Ditibun dalam keterangannya, Selasa (12/6/2025).
Salah satu langkah nyata adalah pengiriman 30 anak Suku Kamoro ke Provinsi Maluku pada Agustus 2025 untuk mengikuti pendidikan formal dari jenjang SD hingga SMA/SMK.
Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif yang dimulai sejak 2023, saat empat anak pertama kali diberangkatkan.
“Kami bekerja sama dengan Keuskupan Amboina agar anak-anak bisa menempuh pendidikan di Ambon. Mereka tinggal di asrama yang dikelola oleh pastor dan biarawati, Jadi orang tua tak perlu khawatir soal pengawasan dan pembinaan,” jelasnya.
Selain sektor pendidikan, dana desa juga dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Setiap RT di Kampung Nawaripi mendapatkan alokasi Rp30 juta yang digunakan untuk membangun fasilitas seperti saluran parit, pemasangan lampu jalan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Total ada 20 RT, jadi dana infrastruktur mencapai Rp600 juta. Kami ingin memastikan lingkungan kampung menjadi lebih tertata dan nyaman untuk semua warga,” tambah Norman.
Tidak hanya itu, kampung ini juga mengalokasikan dana untuk program ketahanan pangan serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang masuk dalam kategori miskin ekstrem.
Tercatat sebanyak 40 keluarga menerima BLT sebesar Rp300 ribu per bulan.
Melalui pengelolaan dana desa yang tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Kampung Nawaripi menegaskan diri sebagai contoh pembangunan kampung berbasis masyarakat yang berorientasi pada masa depan.
EHO
























