Pembangunan Jembatan Kali Meyos Diprioritaskan, Sase Dorong Anggaran di APBD 2026

Syamsudin Seknun Koreri 2025
Wakil Ketua II DPRP Papua Barat, Syamsudin Seknun, S.Sos.,S.H.,M.H / Foto: KENN

Koreri.com, Bintuni – Jembatan Kali Meyos yang menjadi satu-satunya akses trasportasi darat menghubungkan Distrik Moskona Timur ke Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh Kabupaten Teluk Bintuni kini sulit dilalui masyarakat setempat.

Putusnya akses jalan tersebut membuat masyarakat yang mendiami wilayah pegununangan Moskona tersebut kesulitan ke Ibukota Kabupaten Teluk Bintuni begitu juga sebaliknya.

Hal ini menjadi keluhan masyarakat Moskona yang disampaikan kepada Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Barat Syamsudin Seknun saat melaksanakan Reses III Tahun 2025 di daerah pemilihannya, Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (4/11/2025)

Dalam keterangan persnya kepada wartawan di Bintuni, Wakil Ketua II DPR Provinsi Papua Barat Syamsudin Seknun menegaskan bahwa masyarakat Teluk Bintuni khususnya wilayah Moskona telah menyampaikan aspirasi ini sehingga wajib diperjuangkan dalam rapat bersama OPD teknis.

Menurut politisi partai NasDem itu bahwa pembangunan kembali jembatan kali meyos harus diprioritaskan sehingga Dinas Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) memasukan dalam rencana kegiatan APBD tahun 2026

Anggota Dewan Dapil Teluk Bintuni ini tak menapik Pemerintah Provinsi Papua Barat selama ini memberikan perhatian dengan membuka akses pembangunan di daerah tersebut, namun ada beberapa titik yang wajib mendapat perhatian khusus, perlu ada intervensi secara langsung oleh Dinas PUPR.

erutama beberapa titik akses yang terputus walaupun pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sudah membangun kembali tetapi masyarakat harus mengalami kendala ketika musim hujan maupun kemarau.

“Terutama di jembatan kali Meyos yang menghubungkan Distrik Moskona Timur ke Moskona Utara dan Moskona Utara Jauh, kami minta dalam APBD tahun 2026 ini pemerintah provinsi Papua Barat harus memberikan perhatian khusus untuk pembangunan jembatan Meyos,” tegasnya.

Pihaknya meminta kepada Gubenur Papua Barat juga kepala suku besar Arfak yang menaungi keluarga besar Moskona untuk memberikan perhatian khusus.

Sase mengharapkan dengan kehadiran Dorus Orocomna yang juga putra asli 7 Suku Wilayah Moskona sebagai nahkoda baru di Dinas PUPR, pasti memahami letak dan kondisi geografis di Pegunungan Bintuni.

Sebagai pimpinan DPRP, dirinya akan menyampaikan masalah ini ke Komisi IV yang membidangi infrastruktur untuk menjadi atensi khusus dalam pembahasan bersama Dinas PUPR nantinya.

“Apa pun yang terjadi harus dianggarkan pembangunan jembatan Meyos, kami lima anggota DPR dari Teluk Bintuni akan melakukan pengawal  secara ketat untuk program ini bisa masuk di APBD 2026,” tegasnya.

Pasalnya, jembatan kali meyos ini sudah memakan korban. Laporan dalam tahun ini saja, sebanyak 7 mobil mengalami terbalik hingga terbawa arus.

KENN