Koreri.com, Ambon – Wakil Ketua DPRD Maluku Abdullah Asis Sangkala meminta PT PLN (Persero) memberikan kemudahan, bahkan bila memungkinkan keringanan biaya, dalam penambahan daya listrik bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Maluku.
Permintaan tersebut disampaikannya saat menutup rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi bersama 18 mitra, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Maluku, serta para pemangku kepentingan investasi di Ruang Paripurna DPRD Maluku, Selasa (7/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Sangkala menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi sejumlah SMK di Maluku. Salah satunya, berkaitan dengan keterbatasan daya listrik.
Menurutnya, kondisi tersebut menghambat pemanfaatan mesin praktik dan berbagai peralatan pembelajaran yang membutuhkan pasokan listrik lebih besar.
“Kebetulan ada perwakilan dari PLN di ruangan ini. Saya ingin menyampaikan persoalan kelistrikan di sekolah-sekolah, khususnya SMK di Maluku. Banyak sekolah membutuhkan daya listrik sekitar 20.000 VA, tetapi yang tersedia masih seperti sekolah SMA biasa,” ujar Sangkala.
Ia menjelaskan, keterbatasan daya listrik berdampak langsung terhadap pelaksanaan praktikum yang menjadi bagian utama dalam pendidikan vokasi.
“Akibatnya, anak-anak kita di SMK tidak bisa melaksanakan praktikum secara maksimal karena keterbatasan pasokan listrik untuk mengoperasikan mesin dan peralatan praktik,” katanya.
Karena itu, DPRD Maluku berharap PLN dapat memberikan perhatian khusus melalui kemudahan proses peningkatan daya listrik, termasuk mempertimbangkan pemberian potongan biaya bagi SMK di bawah naungan Pemerintah Provinsi Maluku.
“Kami meminta agar ada kemudahan, atau kalau memungkinkan diberikan diskon dalam penyesuaian daya listrik bagi sekolah-sekolah SMK di lingkup Provinsi Maluku. Ini penting untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan mencetak tenaga kerja yang siap bersaing,” tegas Sangkala.
Menurutnya, dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur kelistrikan di sekolah vokasi merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Maluku, sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang lebih baik dan siap memasuki dunia kerja.
JFL
























