Alur Kali Barapasi Tersumbat Pasca Banjir, Warga Wartas Minta Pemda Turun Tangan

Kali Barapasi Tersumbat
Muara Kali Barapasi yang tertutup kayu akibat banjir yang menyebabkan masyakarat Distrik Waropen Atas mengalami kesulitan untuk menggunakan spead boad maupun perahu melalui jalur laut / Foto : NAP

Koreri.com, Burmeso – Masyarakat Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya, menyampaikan permohonan kepada Pemerintah daerah agar segera melakukan pembersihan dan normalisasi alur Kali Barapasi yang saat ini mengalami penyumbatan akibat material lumpur, batang kayu, dan sampah pascabanjir beberapa waktu lalu.

Kondisi penyumbatan aliran kali tersebut mengakibatkan terjadinya genangan air di sekitar pemukiman warga, dan menyulitkan warga untuk menggunakan jalur spead boad dan perahu melewati alur kali Barapasi.

Masyarakat menilai situasi ini perlu segera mendapat perhatian Pemda melalui Dinas terkait, agar tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun kesehatan di kemudian hari.

Tokoh Masyarakat Distrik Waropen Atas Natan Dasinapa menjelaskan bahwa warga telah berupaya melakukan pembersihan secara mandiri, namun keterbatasan peralatan dan medan yang cukup berat membuat pekerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan secara optimal.

“Kami sudah berusaha membersihkan alur kali menggunakan alat seadanya, tetapi material lumpur yang menumpuk cukup tebal. Kami berharap pemerintah daerah dapat menurunkan alat berat untuk membantu membersihkan dan menormalisasi aliran air,” ungkap Natan Dasinapa

Pisces Sefkarya Ayomi Waket Komisi III DPRK Mambraya
Wakil Ketua Komisi III DPRK Mamberamo Raya Pisces Sefkarya Ayomi saat memberikan keterangan pers di Burmeso, Rabu (5/11/2025) / Foto : NAP

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi III DPRK Mamberamo Raya Pisces Sefkaryah Ayomi, membenarkan kondisi tersumbatnya alur Kali Barapasi ketika melakukan Reses dan kunjungan kerja ke Distrik Waropen Atas dan telah disampaikan kepada Pimpinan DPRK dan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya melalui instansi teknis terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Saya telah menyampaikan laporan resmi hasil Reses dan Kunker saya ini kepada Pimpinan DPRK dan berharap segera ada tindak lanjut ke Pemerintah Daera. Jika tidak segera dibersihkan, genangan air dapat meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama menjelang musim hujan,” ujar Prisces Ayomi di Burmeso, Rabu (5/11/2025).

Pisces Ayomi bilang Pemkab Mamberamo Raya diharapkan pada tahun anggaran 2026 mendatang dapat segera menindaklanjuti laporan hasil reses dan kunker tersebut melalui langkah-langkah teknis, seperti pengerahan alat berat untuk pengerukan material kayu yang menghambat kali barapasi agar aktifitas masyarakat bisa kembali normal.

Upaya normalisasi alur Kali Barapasi diharapkan dapat segera terlaksana, agar aktivitas masyarakat Distrik Waropen Atas dapat kembali berjalan normal serta mencegah terjadinya banjir susulan di wilayah tersebut.

NAP