Expo Festival Noken Mimika 2025 Ditutup: Momen Merawat Warisan Leluhur- Perkuat UMKM OAP

Expo Festival Noken Mimika 2025 Tututp

Koreri.com, Timika – Expo Festival Noken Mimika 2025 resmi ditutup pada Sabtu (6/12/2025) setelah berlangsung selama tiga hari di pelataran Eme Neme Yauware.

Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Mimika ini menghadirkan mama-mama Papua pengrajin noken dari berbagai kampung, menjadi ruang perjumpaan budaya sekaligus wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat adat.

Bupati Mimika melalui Asisten II Bidang Perekonomian Setda Mimika, Frans Kambu, menyampaikan bahwa Festival Noken bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur dan identitas orang asli Papua.

“Noken bukan hanya kerajinan. Ia adalah simbol kebijaksanaan, kebersamaan, kerja keras, dan filosofi hidup masyarakat Papua. Banyak suku, banyak budaya, banyak bahasa, tetapi semuanya memiliki keterikatan dengan Noken,” ujarnya.

Menurut Frans, noken telah melewati batas-batas geografis dan kini dikenal hingga mancanegara.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk terus menjaga dan melestarikan budaya ini, tidak hanya di kota, tetapi hingga ke kampung-kampung.
Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran OPD yang terlibat serta menyebut Festival Noken sejalan dengan visi pembangunan Mimika 2025–2029: membangun dari kampung ke kota, membangun dari kampung dengan rasa kota.

Pada festival tahun ini, sebanyak 132 UMKM turut serta sejak hari pertama. Menurut Frans, angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Mimika terus bergerak maju dan siap berkembang.

Ia juga menyampaikan rasa bangga atas capaian Kabupaten Mimika yang meraih Juara 1 Kabupaten Harwoni tingkat nasional, sebuah bukti bahwa Mimika aman, kondusif, dan menarik bagi investor.

“Mari kita bergandengan tangan membangun Mimika. Visi Gerbang Emas—Gerakan Masyarakat Mimika yang Adil dan Sejahtera—harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, ikut memberikan apresiasi kepada mama-mama Papua yang menjadi penjaga tradisi noken dari generasi ke generasi.

Ia menekankan bahwa Festival Noken 2025 ini merupakan festival pertama yang diselenggarakan, sebuah langkah baru yang menghadirkan semangat pemberdayaan langsung dari akar budaya.

“Mulai dari mama-mama tua hingga yang masih tinggal dan berkarya di kampung, merekalah penjaga sejarah kita. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi dan menguatkan kelompok usaha, khususnya UMKM di Kampung Patipinika,” katanya.

Samuel juga menyinggung tantangan pelaksanaan festival, namun menurutnya tantangan tersebut justru menguatkan komitmen bersama bahwa Mimika adalah rumah yang harus dibangun secara gotong-royong.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh OPD harus bersatu untuk memberdayakan UMKM Orang Asli Papua sesuai PP Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM OAP.

“Mari kita dorong UMKM kita agar bangkit, berkembang, dan berdaya saing. Kita harus tetap hadir, melayani, dan membina para pelaku usaha agar mereka semakin mandiri,” ucapnya.

Penutupan Expo Festival Noken Mimika 2025 menjadi penanda bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat adat dapat berjalan beriringan.

Noken tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi juga pintu bagi kemandirian ekonomi mama-mama Papua.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap festival ini tidak berhenti menjadi kegiatan tahunan semata, tetapi menjadi gerakan budaya dan ekonomi yang hidup, tumbuh, dan diwariskan untuk generasi berikutnya.

EHO