Gelar Reses III, Cartensz Jaring Aspirasi dan Serahkan Santunan di Kampung Samusa

Cartenz Malibela Reses III 2025 Kabsor. Kp Sayosa jpg

Koreri.com, Sorong – Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Barat Daya melaksanakan Reses III tahun 2025 di daerah pengangkatannya Kabupaten Sorong.

Kegiatan reses III ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat pada sejumlah titik di Kabupaten Sorong. Kali ini, di Distrik Sayosa tepatnya Kampung Samusa, Rabu (31/12/2025).

Dalam pertemuan tatap muka bersama beberapa tokoh dan masyarakat Kampung Samusa, sejumlah aspirasi penting disampaikan kepada pemerintah.

Legislator PBD ini menjelaskan, aspirasi pertama berkaitan dengan infrastruktur jalan. Masyarakat mengharapkan perhatian serius Pemerintah daerah terhadap pembangunan akses jalan dari jalan utama menuju Kampung Samusa yang hingga kini masih sangat terbatas.

Sarana keagamaan juga menjadi aspirasi prioritas masyarakat di Kampung Samusa, dimana mereka berharap adanya pembangunan rumah ibadah baik gereja maupun pastori yang sampai saat ini belum tersedia di tempatnya.

Cartenz Malibela Reses III 2025 Kabsor. Kp Sayosa2Masyarakat juga mengusulkan pembangunan fasilitas pendidikan, yakni TK dan SD. Kaitan dengan itu, mereka telah menyiapkan lahan dan berharap pada tahun mendatang Pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap pembangunan sekolah.

“Selama ini anak-anak Kampung Samusa harus bersekolah ke kampung lain dengan waktu tempuh sekitar 1 hingga 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan, yang tentu sangat menyulitkan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya perhatian pemerintah di bidang pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang sedang menempuh pendidikan SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, melalui program bantuan pendidikan atau beasiswa.

“Seluruh aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh para tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan Reses III di Kampung Samusa, sebagai harapan agar pemerintah dapat memberikan perhatian nyata demi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.” tegas Cartensz.

KENN