Bupati Rettob : Caretaker PT MAS Bertugas Siapkan Seleksi Manajemen Definitif

Bupati JR Integritas JPTP Mimika
Bupati Mimika Johannes Rettob / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Jajaran Manajemen PT. Mimika Abadi Sejahtera (MAS) resmi dirombak.

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika selaku pemegang saham penuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut sebelumnya telah melakukan evaluasi menyusul berbagai persoalan krusial mulai dari pengelolaan keuangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan hingga masalah lainnya.

“Sejak kami dilantik, kami melakukan evaluasi terhadap semua aset Pemda termasuk PT. MAS, Maka pada bulan Juli 2025 lalu, kami melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa berdasarkan temuan inspektorat dan BPK untuk mendapatkan laporan pertanggung jawaban manajemen,” ungkapnya Bupati Johannes Rettob di Timika, Selasa (20/1/2026).

PT MAS adalah BUMD yang 100 persen sahamnya milik Pemda Mimika. BUMD ini telah ada sejak 2015 dan telah beberapa kali berganti manajemen.

Dalam 4 tahun terakhir, Direktur PT MAS adalah Cesar Avianto dan seluruh Komisaris dan Direksi lainnya adalah orang Amungme. Berdasarkan Peraturan daerah penyertaan modal Pemda 10 M hingga 2023. Dalam hal ini, Pemda telah menyetor sebesar Rp6 miliar.

Ternyata dalam RUPS, lanjut Bupati, diketahui bahwa banyak masalah dari aspek perijinan, ekonomi, aspek manajerial, bisnis, organisasi, aset sampai keuangan tidak dapat dipertanggungjawabkan jawabkan oleh manajemen.

Menyikapi itu, sebagai pemegang saham, dirinya dan Wakil Bupati Emanuel Kemong dan tim Pemda tidak bisa menerima/menolak laporan manajemen, yang pada akhirnya memberhentikan semua pengurusnya.

“Kami sangat menyesal karena Pemda Mimika telah mengeluarkan uang yang cukup besar untuk usaha ini,” tegasnya.

Pemda, lanjut Bupati, langsung membuat kerjasama pendampingan dengan UNCEN, untuk menyelamatkan BUMD ini.

Dari hasil pendampingan dan evaluasi, UNCEN memberikan rekomendasi untuk menghidupkan kembali PT. MAS yang sudah mati suri  dengan cara menunjuk satu orang untuk caretaker Direktur, satu orang Komisaris serta satu orang Direktur Keuangan.

“Semuanya caretaker,” kembali tegasnya.

Para caretaker ini tugasnya adalah,

1. Menyiapkan Direksi dan Komisaris melalui uji kompetensi dan fit and propertest

2. Proses perijinan

3. Membuat bisnis plan

4. Menyiapkan struktur organisasi

5. Menyiapkan SDM

6. Menyiapkan kantor dan lain-lain.

“Dengan dasar itu maka kami menunjuk Bapak Petrus Yunte sebagai Carateker Direktur persiapan. Selanjutnya Direktur menyiapkan tim yang dapat bekerja sama untuk membantu. Jadi bukan kami yang menunjuk  orang. Tetapi bekerjasama dengan konsultan untuk mencari  orang-orang yang punya komitmen membesarkan BUMD, betul-betul satu tim, profesional dan mau menyelamatkan BUMD untuk kepentinga masyarakat,” cetusnya.

Pernyataan Bupati ini sekaligus meluruskan berbagai isu yang sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jadi pengurus yang ramai di media sosial itu adalah pengurus caretaker atau sementara. Mereka ditugaskan selama 6 bulan untuk menyiapkan perusahan termasuk menyiapkan pengurus definif yang didampingi oleh UNCEN sebagai konsultan,” sahutnya.

Bupati juga meminta semua pihak untuk memahami langkah yang dilakukan Pemda Mimika demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya heran yang dikomentari orang itu, tidak benar dan tidak memahami apa yang kita kerjakan. Bahwa sebagai pemegang saham, kami tidak mau BUMD ini mati dan merupakan hak kami untuk menentukan nasib BUMD. Jika sdh selesai tugas mereka, baru semua orang bisa mengikuti seleksi Direktur dan Komisaris sesuai protap yang telah ditentukan,” pungkasnya.

EHO