Koreri.com, Nabire – Gubernur Meki Nawipa, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun masa depan generasi muda melalui pendidikan.
Hal tersebut ditandai dengan penyerahan 200 unit laptop kepada pelajar dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah yang dinilai bekerja cepat dan konkret dalam menjalankan program pendidikan.
“Biasanya di pemerintahan, program direncanakan lama, dibahas panjang, baru dijalankan. Tapi hari ini kita berbeda. Kita bertemu, menyusun program, dan langsung melaksanakannya,” ujar Gubernur Meki Nawipa disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia menegaskan, pembagian laptop tersebut merupakan realisasi janji Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang disampaikan pada 3 September lalu, di mana setiap peserta festival pendidikan dijanjikan mendapat laptop sebagai penunjang belajar.

“Anak-anak sekarang lebih mudah beli handphone daripada laptop. Tapi saya mau tegaskan, laptop adalah masa depan. Laptop adalah aset pengetahuan,” tegasnya.
Gubernur juga berbagi pengalaman pribadinya tentang sulitnya mendapatkan laptop di masa lalu, sebagai gambaran betapa berharganya fasilitas pendidikan yang kini diberikan negara kepada anak-anak Papua Tengah.
“Hari ini pemerintah bisa menghadirkan laptop untuk anak-anak Papua Tengah. Ini sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Program ini telah menjangkau 25 sekolah di Nabire, dan akan terus diperluas ke wilayah lain. Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan program lanjutan pada tahun 2026, dengan sasaran pelajar SMP dan SD, setelah sebelumnya fokus pada SMP dan SMA.

Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci agar orang Papua mampu menolong diri sendiri dan membangun daerahnya. Karena itu, sejak dilantik sebagai gubernur, ia memilih membatasi agenda seremonial demi fokus pada program pendidikan, pekerjaan, dan penguatan ekonomi rakyat.
“Fondasi Papua Tengah sedang kita bangun dari nol, karena kita ini provinsi baru. Kita rapikan sistem, mental, dan cara berpikir,” ungkapnya.
Secara khusus, Gubernur Meki Nawipa berpesan kepada para pelajar SMA agar memanfaatkan laptop untuk belajar, bukan sekadar bermain media sosial.
“Facebook, Instagram, dan media sosial tidak menentukan masa depanmu. Hidupmu—sukses atau gagal—ditentukan oleh dirimu sendiri,” pesannya tegas.

Selain dari pemerintah, secara pribadi ia juga memberikan laptop kepada pelajar berprestasi, karena menurutnya laptop adalah investasi ilmu, bukan sekadar bantuan sesaat.
“Uang cepat habis, tetapi laptop adalah pengetahuan dan masa depan,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menyampaikan doa dan harapan agar program pendidikan ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan Papua Tengah.
“Tuhan memberkati anak-anak kita, Dinas Pendidikan, dan seluruh pihak yang terlibat. Tuhan memberkati Papua Tengah, agar hari esok selalu lebih baik dari hari ini,” tutupnya.
HMS






























