Koreri.com, Timika – Ulah sejumlah oknum yang sengaja membangun opini sesat mengkaitkan Bupati Mimika Johannes Rettob dengan persoalan konfik di Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah memancing kecaman dari berbagai pihak.
Kini kecaman keras disampaikan Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) terhadap pernyataan yang dikeluarkan oleh oknum tidak bertanggungjawab kepada Bupati Johannes Rettob.
Mewakili Lemasko, Wakil Ketua I Lemasko Bidang Hubungan Pemerintah dan Masyarakat, Marianus Maknaipeku mengecam pernyataan yang menuduh Bupati Mimika memfasilitasi dua kelompok yang berada di Kapiraya hingga memicu konflik.
Ia menegaskan, bahwa pernyataan atau isu tersebut tidak benar dan hanya memperkeruh situasi di tengah masyarakat. Pasalnya, tuduhan yang diarahkan penyebar isu kepada Bupati Mimika sebagai opini menyesatkan itu berpotensi memicu konflik baru.
“Kami sangat menyayangkan adanya pernyataan atau isu dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang menuduh Bupati Mimika seolah-olah memfasilitasi dua kelompok. Itu tidak benar dan hanya menyebarkan hoaks,” tegasnya.
Menurut Marianus, kejadian yang terjadi di Kapiraya murni berasal dari dinamika internal masyarakat setempat dan tidak ada campur tangan pemerintah daerah sebagaimana yang dituduhkan.
Sebagai lembaga adat, Lemasko mendorong agar kedua belah pihak segera duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi dialog terbuka guna meredam spekulasi serta menghindari kesalahpahaman yang berkembang di publik.
“Kami menyarankan agar kedua pihak segera mendudukkan persoalan ini secara bersama-sama supaya tidak ada lagi tuduhan yang menyudutkan pihak tertentu, termasuk Bupati Mimika,” ujarnya.
Marianus juga meminta aparat kepolisian untuk mengimbau kedua belah pihak agar menahan diri dan tidak terprovokasi.
Menurutnya, situasi harus dijaga agar tidak muncul persoalan baru yang dapat memperluas konflik.
Lebih lanjut, Lemasko mengaku telah memberikan pemahaman kepada para tokoh adat dan tua-tua adat agar tidak mudah terpancing provokasi dari pihak luar yang ingin mengintervensi persoalan Kapiraya.
“Kami sudah sampaikan kepada tokoh-tokoh adat supaya jangan ada provokasi. Yang perlu diantisipasi adalah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memperkeruh keadaan,” katanya.
Marianus juga meminta oknum yang telah menyampaikan tuduhan terhadap Bupati Mimika agar mempertanggungjawabkan perbuatannya serta tidak lagi membangun opini yang menyesatkan di tengah masyarakat.
”Kami (Lemasko) berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat melalui jalur kekeluargaan,” harap Marianus.
TIM
