Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Distrik Tembagapura menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Distrik Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Senin (2/3/2026), dengan melibatkan perwakilan 13 kampung telah mencatat beberapa usulan.
Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame, menjelaskan program yang diusulkan ini sebenarnya bukan hal baru. Dari tahun ke tahun, usulan yang sama terus disampaikan, namun belum juga terealisasi.
Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk terus mengangkat aspirasi ini.
“Terkait tindak lanjutnya, kami memahami bahwa kewenangan berada pada masing-masing OPD. Namun harapan kami, program yang benar-benar menjadi kebutuhan dasar masyarakat dapat diprioritaskan,” harapnya.
Adapun prioritas utama masyarakat adalah sebagai berikut:
Pertama, pembangunan jembatan.
Jembatan sangat dibutuhkan untuk membuka akses antarwilayah serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.
Kedua, bidang kesehatan.
Fasilitas kesehatan dasar seperti Pustu, Puskesmas Pembantu, dan Posyandu masih sangat terbatas. Banyak kampung yang belum memiliki layanan tersebut. Memang sebagian kampung sudah memiliki fasilitas kesehatan, namun kampung-kampung yang berada di wilayah paling jauh masih sangat sulit dijangkau. Akibatnya, masyarakat kesulitan memperoleh layanan kesehatan yang layak. Oleh karena itu, keberadaan fasilitas kesehatan dasar di setiap kampung sangat mendesak.
Ketiga, bidang pendidikan.
Ketersediaan pendidikan dasar seperti PAUD dan TK sangat dibutuhkan, terutama di kampung-kampung yang berada di wilayah pinggiran. Jika SD belum tersedia, setidaknya PAUD dan TK harus ada agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan sejak dini.
Keempat, pembangunan sarana transportasi udara (lapangan terbang).
Saat ini, lapangan terbang yang ada lokasinya sangat jauh dari sebagian besar kampung. Hal ini menyulitkan masyarakat dalam mobilitas maupun distribusi barang. Oleh karena itu, pembangunan atau penyesuaian lokasi lapangan terbang perlu mempertimbangkan kedekatan dengan permukiman masyarakat agar akses transportasi dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya penguatan ekonomi melalui koperasi. Jika koperasi yang ada mengalami penurunan atau tidak aktif, pemerintah diharapkan hadir untuk menghidupkan kembali melalui pembinaan, pendampingan, serta dukungan modal awal. Koperasi sangat penting karena menjadi salah satu penopang utama kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau transportasi darat, laut, maupun udara.
Saat ini, distribusi barang masih bergantung pada sistem charter yang biayanya sangat mahal, sehingga pasokan kebutuhan masyarakat menjadi terbatas. Dengan koperasi yang kuat, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dari sekian banyak program yang diusulkan, inilah beberapa yang menjadi prioritas utama, yaitu:
Pembangunan jembatan dan jalan penghubung antar kampung
Fasilitas kesehatan dasar
Fasilitas pendidikan usia dini
Pembangunan atau penyesuaian lapangan terbang
Penguatan ekonomi melalui koperasi dan usaha masyarakat
Diakuinya, memang masih banyak aspirasi lain yang disampaikan, namun hanya fokus pada kebutuhan paling mendesak.
“Harapan kami, usulan yang setiap tahun disampaikan ini dapat direalisasikan pada periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini, sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah. Kami percaya bahwa dengan komitmen pemerintah daerah, setidaknya satu atau dua program prioritas dapat segera diwujudkan demi kesejahteraan Masyarakat,” imbuhnya.
EHO































