Koreri.com, Jayapura – Perayaan Imlek 2557 Tahun 2026 yang diinisiasi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Jayapura ini menjadi ruang temu lintas budaya yang hangat dan inklusif.
Festival Imlek 2557 Kongzili Tahun 2026 yang dipusatkan di Papua Trade Center (PTC) Entrop, Kota Jayapura, berlangsung selama delapan hari hingga 3 Maret 2026, menghadirkan ragam atraksi budaya, bazar UMKM, hingga panggung hiburan rakyat.
Kehadiran Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam festival tersebut menambah semarak sekaligus mempertegas dukungan terhadap geliat ekonomi kerakyatan.
Melalui partisipasinya, BRI mendorong kemudahan transaksi digital, literasi keuangan, serta akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam bazar.
Fahmi Rahendas selaku Regional CEO BRI Jayapura, menceritakan alasan utama BRI Jayapura berpartisipasi dalam Festival Imlek 2577 yang digelar PSMTI Kota Jayapura. Adalah untuk mempertegas dukungan terkait pembangunan ekonomi kerakyatan melalui partisipanya dalam mendorong kemudahan transaksi digital, literasi keuangan, serta akses bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam Bazar.
Sebanyak 36 pelaku UMKM dilibatkan dalam pelaksanaan Festival Imlek 2557 Tahun 2026.
Puluhan pelaku usaha tersebut menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner khas Tionghoa dan nusantara, minuman tradisional, aneka kue dan jajanan pasar, hingga kerajinan tangan serta produk fesyen lokal.
Harapan CEO BRI Jayapura Fahmi Rahendas, pertumbuhan ekonomi lokal dapat berjalan lebih inklusif dan merata yang berdampak pada kemakmuran dengan dukungan perbankan khususnya bank tersebut melalui dukungan kemudahan alat pembayaran.
Kegiatan ini menjadi ruang konkret pertemuan antara pelaku usaha kecil dan menengah, dengan dukungan lembaga keuangan. Di sinilah peran BRI menemukan relevansinya.
Fahmi menjelaskan pula, sebagai bank yang sejak awal dikenal fokus pada pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, BRI telah tampil sebagai mitra strategis bagi pelaku UMKM.
Menurutnya, komitmen BRI diwujudkan melalui akses pembiayaan yang lebih mudah.
Ditegaskan pula, bahwa festival seperti ini dapat menjadi titik awal kolaborasi jangka panjang antara pelaku usaha dan perbankan. Dengan literasi keuangan yang semakin kuat, diharapkan UMKM tidak lagi ragu mengakses layanan perbankan.
Fahmi berharap pertumbuhan ekonomi lokal dapat berjalan lebih inklusif dan merata, dan semakin makmur.
Kehadiran BRI dalam Festival Imlek bukan hanya bentuk dukungan terhadap kegiatan budaya, tetapi wujud nyata komitmen dalam memperluas akses keuangan dan memberdayakan UMKM agar semakin tangguh serta mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi di Papua.
RLS
























