Koreri.com, Sorong – Jelang perayaan hari raya Idulfitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, Provinsi Papua Barat Daya menggelar pasar murah yang dipusatkan pada dua lokasi, Jumat (6/3/2026).
Masing-masing di halaman kantor Distrik Sorong Timur dan Sorong Kota.
Kegiatan pasar murah ini dibuka secara resmi Wali Kota Septinus Lobat didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong Elisabeth Sherli Agaki.
Total sembako yang dijual sebanyak 1.561 paket dengan rincian Distrik Sorong Timur 761 paket sedangkan Sorong Kota 800 paket.
Pada kegiatan pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga khusus, di antaranya beras 10 kilogram seharga Rp100.000, minyak goreng 2 liter Rp30.000, gula pasir 1 kilogram Rp10.000, serta tepung terigu 1 kilogram Rp7.000.
Wali Kota dalam keterangannya kepada pers berharap, bantuan ini bisa membantu masyarakat dalam menghadapi hari raya Idulfitri 1447 Hijriyah.
“Apalagi saat ini kita sedang menjalani bulan puasa hingga menjelang hari raya, maka saya percaya kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat di dua distrik tersebut,” ucap Septinus Lobat.
Dijelaskan Lobat bahwa untuk 2026 ini akan disesuaikan dengan kondisi keungan daerah, apalagi efisiensi anggaran yang cukup besar. Namun demikian, Pemerintah tetap berupaya menjaga stabilitas harga.
“Kami juga terus berkomunikasi dengan para distributor maupun pedagang agar tidak menaikkan harga secara sembarangan sehingga tidak memberatkan masyarakat,” sambungnya.
Lobat menyebutkan, sampai dengan hari ini, pengendalian inflasi di Kota Sorong termasuk yang paling rendah di wilayah Papua Barat Daya, bahkan berada di bawah rata-rata.
Meski secara nasional sedang terjadi efisiensi anggaran tetapi kepedulian Pemkot Sorong tetap ada untuk terus mengawal stabilitas harga dan membantu masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong, Elisabeth Sherly Agaki, menambahkan, kegiatan pasar murah ini melibatkan beberapa distributor seperti Mariat Utama, Sentosa Abadi, dan Delta Mandiri.
Elisabeth berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Lebaran, ketika biasanya harga komoditas mulai meningkat.
Sherly juga menegaskan bahwa pasar murah terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.
“Semua masyarakat boleh ikut. Karena kenaikan harga kebutuhan pokok dirasakan oleh semua orang,” pungkasnya.
KENN
























