Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memastikan akses jalan yang sempat terputus akibat longsor di Kampung Banti, Distrik Tembagapura kini telah kembali tersambung dan sudah dapat dilalui kendaraan.
Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan Pemerintah terus mempercepat penanganan dampak longsor guna memastikan mobilitas masyarakat dan pelayanan dasar tetap berjalan normal.
“Penyambungan jalan sudah selesai, jalur yang putus sudah diperbaiki, dan drainase juga sudah dikeruk,” ujar Bupati Rettob saat dikonfirmasi wartawan di Timika, Papua Tengah, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, penanganan infrastruktur menjadi prioritas utama Pemerintah daerah mengingat jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat di wilayah Distrik Tembagapura termasuk untuk pelayanan kesehatan dan distribusi logistik.
Meski akses jalan telah kembali terbuka, pemerintah masih menghadapi tantangan terkait rencana pengalihan aliran sungai yang mendapat penolakan dari sebagian warga karena berkaitan dengan aktivitas mendulang masyarakat setempat.
Namun demikian, pelayanan di Rumah Sakit Banti dipastikan tetap berjalan normal. Pemerintah daerah juga terus memastikan jalur evakuasi dan rujukan pasien dapat diakses dengan aman.
“Kemarin sempat ada ibu hamil yang harus dipikul karena jalan putus. Sekarang akses kendaraan sudah kembali terbuka,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan seluruh proses penanganan longsor di wilayah Banti dapat rampung pekan ini, dengan catatan kondisi cuaca tetap mendukung proses pekerjaan di lapangan.
EHO






























