Gerak Cepat Antisipasi Banjir di Tawiri, DPRD Ambon Apresiasi BWS Maluku

BWS Maluku Keruk Sungai Tawiri

Koreri.com, Ambon – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melalui satuan kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin sungai di Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi banjir saat musim penghujan.

Kegiatan tersebut diawali dengan kunjungan lapangan pada 13 Mei 2026 guna meninjau langsung kondisi sungai yang menjadi target pemeliharaan.

Selanjutnya, pada 14 Mei 2026, tim OPSDA melakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Wai Lawa untuk menjaga kapasitas tampung serta kelancaran aliran air.

BWS Maluku Keruk Sungai Tawiri2Kepala BWS Maluku, Fery Moun Hepy, mengatakan pemeliharaan sungai secara berkala merupakan bagian dari upaya menjaga fungsi infrastruktur sumber daya air agar tetap optimal dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir.

“Pemeliharaan sungai secara berkala sangat penting untuk mengurangi risiko luapan air dan banjir, khususnya saat curah hujan meningkat,” ujarnya kepada media ini, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas aliran sungai, tetapi juga menjaga stabilitas lingkungan serta memperpanjang umur infrastruktur pengendali banjir di Kota Ambon.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon William Mairuhu, menyampaikan apresiasi kepada BWS Maluku atas respons cepat terhadap aspirasi masyarakat terkait kondisi sungai di kawasan Tawiri.

BWS Maluku Keruk Sungai Tawiri3Ia mengaku bersyukur karena permintaan masyarakat akhirnya mendapat perhatian dan langsung ditindaklanjuti melalui pekerjaan pemeliharaan di lapangan.

“Kami berterima kasih kepada Kepala BWS Maluku yang sudah merespons dengan cepat dan mengambil langkah nyata dalam menangani kondisi sungai ini demi kepentingan masyarakat,” kata William.

Masyarakat Negeri Tawiri juga menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap pemeliharaan sungai dapat dilakukan secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi di kawasan permukiman.

Langkah ini dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan demi mendukung pembangunan dan keselamatan masyarakat di Kota Ambon.

JFL