Koreri.com, Ambon – Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Ambon, Lisa Wattimena, terus memperkuat peran Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Tulip di Desa Halong, Balai Desa, serta Posyandu Asoka Larier di Kelurahan Lateri, Kompleks LLJR, Kota Ambon.
Dalam kunjungan tersebut, Lisa Wattimena memberikan motivasi sekaligus penguatan kepada para kader Posyandu terkait transformasi layanan Posyandu yang kini tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan, tetapi telah mencakup enam bidang pelayanan dasar masyarakat.
Menurutnya, transformasi Posyandu menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil.
“Sekarang Posyandu sudah bertransformasi. Artinya, Posyandu tidak hanya melayani satu bidang SPM kesehatan, tetapi sudah melayani enam SPM,” ujar Lisa Wattimena.
Ia menjelaskan, enam Standar Pelayanan Minimal tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum (PU), perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta pelayanan air minum.
Dengan perubahan tersebut, kader Posyandu kini memiliki tanggung jawab yang lebih luas sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendata dan menyampaikan berbagai persoalan masyarakat.
Lisa mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sistem pencatatan keluhan masyarakat yang mempermudah kader dalam bekerja di lapangan.
“Kader tinggal mencatat apa yang menjadi keluhan masyarakat, kemudian menyerahkannya kepada tim pembina Posyandu tingkat desa untuk diteruskan secara berjenjang ke kecamatan dan kota,” katanya.
Lisa menegaskan, kader Posyandu harus aktif turun langsung ke lingkungan warga agar persoalan masyarakat dapat diketahui lebih cepat dan ditangani secara tepat.
“Kader tidak perlu hanya duduk di Posyandu setiap hari, tetapi harus lebih banyak turun ke rumah-rumah warga untuk melihat apa yang menjadi masalah di lingkungan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Lisa Wattimena juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader Posyandu yang tetap menjalankan tugas pelayanan dengan penuh semangat meskipun memiliki keterbatasan insentif.
“Walaupun insentifnya kecil dengan tugas dan tanggung jawab yang besar, kader Posyandu tetap melaksanakan pelayanan untuk masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Lisa, keberadaan kader Posyandu sangat penting dalam membantu pemerintah menyerap aspirasi masyarakat hingga tingkat akar rumput. Karena itu, sinergi antara pemerintah, kader, dan masyarakat harus terus diperkuat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Ambon.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat terpadu yang mampu menjawab kebutuhan warga secara langsung dan berkelanjutan.
JFL
























