Fokus Tata Kawasan Kumuh, Wali Kota: Wilayah Sorong Barat Jadi Perhatian Serius

Walkot SL Fokus Tata Kawasan Kumuh
Wali Kota Sorong Septinus Lobat saat memberikan keterangan pers / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Wali Kota Septinus Lobat menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong saat ini fokus pada penataan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Penegasan itu disampaikannya dalam kunjungan kerja bersama rombongan HAKLI, AKKOPSI ke beberapa wilayah di Kota Sorong Jumat (29/5/2026).

Dijelaskan Septinus Lobat, Pemerintah daerah khususnya Kota Sorong terus melakukan berbagai terobosan pembangunan, terutama di wilayah Sorong Barat yang menjadi perhatian serius.

“Jadi kawasan-kawasan kumuh menjadi sasaran utama penanganan melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Lanjut Septinus, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029, Sorong Barat ditetapkan sebagai salah satu titik prioritas yang membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah daerah.

“Maka berbagai intervensi telah dan akan terus dilakukan mulai dari peningkatan sanitasi, penyediaan air bersih, hingga penataan lingkungan,” lanjutnya.

Program tersebut, sambung Septinus, dilaksanakan melalui kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Bina Marga, Cipta Karya, serta Dinas Perumahan, dengan mengedepankan sinergitas dalam pembangunan.

“Selama lima tahun ke depan, kami Pemerintah telah berkomitmen untuk terus memperhatikan kawasan kumuh dan wilayah yang masih minim akses baik terhadap air bersih, sanitasi, maupun lingkungan yang layak,” sambungnya.

Saat ini, tercatat sekitar 43 titik di Kota Sorong yang menjadi fokus penanganan, yang tentunya membutuhkan kerja keras dan dukungan semua pihak.

Karena itu, bagi Septinus, kunjungan dari HAKLI dan AKKOPSI ke Kota Sorong dinilainya sangat berharga dan diharapkan dapat membantu Pemerintah daerah dalam menyiapkan masyarakat yang bersih, sehat, dan memiliki perilaku hidup higienis.

Hal ini sangat penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkualitas.

Terkait kondisi perumahan kumuh di Sorong Barat, Pemkot menegaskan adanya komitmen untuk melakukan penanganan secara bertahap.

Tahun ini, Kota Sorong mendapatkan bantuan dari Pemerintah pusat sebanyak 607 unit melalui program PSPS.

Bantuan tersebut akan difokuskan pada sejumlah wilayah prioritas, termasuk kawasan Sorong Barat, khususnya di sekitar area Rufei Pantai yang masih tergolong kumuh.

Kunjungan lapangan bersama Ketua HAKLI dan rombongan juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Meski demikian, pemerintah mengakui bahwa penanganan perumahan dan kawasan kumuh tidak dapat dilakukan secara instan.

Kondisi efisiensi anggaran menjadi salah satu tantangan, sehingga penanganan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Perubahan pola pikir (mindset) masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Program pendidikan, termasuk sekolah gratis menjadi langkah awal.

Namun, pemerintah juga mempertimbangkan inovasi lain, seperti pengembangan sekolah khusus atau pendidikan berbasis keterampilan teknis, guna mendorong lahirnya generasi yang unggul, khususnya di bidang sains dan teknologi.

ZAN