Koarmada III Gelar Latgab Atasi Separatis, Simulasikan Sejumlah Skenario Operasi

IMG 20260829 WA0042
Latihan Operasi Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata di Pantai Reklamasi Modern City, Kota Sorong, PBD, Sabtu (29/8/2026)/Foto : Humas Koarmada III

Koreri.com,Sorong – Komando Armada (Koarmada) III menggelar Latihan Operasi Mengatasi Gerakan Separatis Bersenjata di Pantai Reklamasi Modern City, Kota Sorong, Papua Barat Daya (PBD), Sabtu (29/8/2026).

Latihan tersebut sebagai upaya memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan operasional, profesionalisme, serta kemampuan prajurit TNI Angkatan Laut (AL).

Kegiatan ini juga bertujuan menyamakan pola pikir dan pola tindak prajurit dalam menghadapi berbagai dinamika tugas operasi.

Latihan gabungan (Latgab) melibatkan personel lintas instansi, diantaranya TNI Angkatan Darat melalui Babinsa, Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, KSOP, Bea Cukai, Pertamina, dan Basarnas.

Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman SN, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla. mengatakan, latihan terintegrasi tersebut merupakan latgab terpadu yang melibatkan lebih dari satu matra maupun unsur terkait.

“Tujuan latihan ini adalah meningkatkan profesionalisme prajurit, khususnya prajurit Jalasena, sekaligus melatih kemampuan untuk melaksanakan aksi-aksi yang terkoordinasi,” ujar Dato Rusman.

IMG 20260829 WA0043Koordinasi tidak hanya dilakukan antarmatra TNI, tetapi juga dengan instansi sipil yang memiliki keterkaitan dengan tugas di lapangan.

Hal ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur apabila sewaktu-waktu terjadi insiden yang membutuhkan respons bersama.

“Harapannya, apabila suatu saat terjadi insiden, satuan-satuan yang berada di Papua, khususnya di Sorong, sudah siap. Komunikasi yang baik antara instansi militer dan sipil sudah terbangun sehingga memudahkan kita berkoordinasi dan mengambil tindakan,” jelasnya.

Dalam latihan tersebut, sejumlah skenario operasi disimulasikan untuk menggambarkan kondisi yang mungkin terjadi di wilayah Sorong, mulai dari aspek pertahanan laut hingga penanganan kondisi darurat.

Salah satunya adalah simulasi penanganan oil spill atau tumpahan bahan bakar ke laut yang dilakukan Pertamina.

Pangkoarmada mengatakan, simulasi tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga, termasuk pemanfaatan peralatan yang dimiliki Pertamina untuk menangani tumpahan minyak dan mencegah pencemaran laut.

“Disimulasikan adanya oil spill, bagaimana koordinasi antara Angkatan Laut dengan Pertamina untuk mengatasi kebocoran yang tumpah ke laut sehingga laut tidak tercemar,” katanya.

Selain latihan di wilayah laut, pada waktu yang bersamaan juga dilaksanakan latihan untuk menghadapi dan melumpuhkan gerakan separatis bersenjata di wilayah darat.

Skenario tersebut dilaksanakan di Katapop dan melibatkan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL serta Intai Amfibi Korps Marinir.

Keterlibatan dua unsur pasukan khusus tersebut menjadi bagian dari latihan untuk meningkatkan kemampuan operasi yang membutuhkan koordinasi, kecepatan, dan ketepatan dalam menghadapi situasi tertentu.

Pangkoarmada III menegaskan, latihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan militer, tetapi juga membangun kewaspadaan serta komunikasi dan koordinasi antara instansi militer dan sipil.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi pesan kepada masyarakat bahwa kondisi keamanan di wilayah Papua Barat Daya tetap menjadi perhatian aparat.

“Kami ingin memberikan pesan kepada masyarakat bahwa saat ini masyarakat dalam keadaan aman. Kami ada di sini untuk menjamin keamanan masyarakat dalam beraktivitas di wilayah tugas kami,” tegasnya.

Ditanya mengenai latihan yang dilakukan kemungkinan ada kaitnnya dengan sejumlah kejadian yang belakangan terjadi di PBD, Dato Rusman menyebut latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Kalau dibilang ada kaitannya ia ada, latihan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan kita,” pungkasnya.

ZAN