Koreri.com, Mimika – Sidang Perdana Dugaan Korupsi Pembelian Pesawat Pemda Mimika di Pengadilan Tipikor Jayapura resmi berlangsung Senin (27/8/2023).
Ketua Majelis Hakim Willem Marco Erari memimpin sidang yang langsung dihadiri Plt Bupati Mimika Johannes Rettob (JR) dan Direktur PT. Asian One, Silvi Herawaty.
Sidang yang berlangsung selama lebih kurang 4 jam dengan agenda pembacaan dakwaan itu kemudian ditunda hingga Kamis (30/3/2023).
Ternyata pada bagian lainnya namun masih berkaitan dari proses peradilan ini, terungkap sebuah fakta menarik.
Hal itu berawal sebelum dimulai sidang, ada seseorang yang disuruh memantau tiap pergerakan Plt Bupati Mimika Johannes Rettob menggunakan handphone miliknya.
Lelaki itu datang menggunakan masker dan penutup kepala. Ia berdiri di dekat luar ruang pengadilan sembari menaikan dan menurunkan handphonenya berulang kali.
Saat Plt Bupati Mimika bersama Ibu Susi Herawaty tiba, kemudian sekembali dari WC diiantar ajudannya, lelaki itu dari jarak dekat memotret dan memvideokan keduanya saat menunggu di luar ruang sidang (ruang tunggu).
Aksinya itu kemudian diketahui oleh keluarga dan beberapa simpatisan JR yang datang dari Timika untuk mendampingi JR dalam sidang tersebut.
Setelah Plt Bupati JR memasuki ruang sidang, lelaki tersebut kemudian ditangkap dan ditanyai maksud yang bersangkutan kenapa memantau kemudian mengambil video dan foto secara diam-diam.
Ia bahkan sempat hampir dihajar oleh beberapa simpatisan yang mengawal dan menjaga keberadaan JR di seputaran lingkungan persidangan namun langsung dilerai oleh ajudan JR.
“Saya wartawan,” ujar lelaki tersebut dengan penuh ketakutan.
Ia pun kemudian diminta menunjukan id card persnya namun ia kembali mengatakan bahwa ia hanyalah wartawan pembantu.
Karena berbohong dan tidak dapat menunjukan id cardnya, lelaki itu kemudian hampir kembali dihajar beberapa orang. Beruntung, ia kembali diamankan ajudan plt bupati.
“Minta maaf pak, saya hanya disuruh oleh seorang bapak untuk ambil foto dan video pak Plt Bupati Mimika. Saya tidak tahu namanya. Saya sudah kirim ke orangnya,” ungkapnya.
Handphone lelaki tersebut kemudian diambil oleh salah seorang keluarga Plt Bupati Mimika untuk diperiksa.
“Saya ambil handphonemu, nanti sebentar kau datang ambil dengan orang yang suruh kau ambil foto dan video itu baru handphonemu kami kembalikan,” ujarnya.
Tidak berselang lama, simpatisan JR lainnya yang mengetahui hal tersebut datang mencari lelaki itu namun ia sudah diminta untuk segera pergi dari area kantor PN Jayapura.
Ketika handphonenya diperiksa, ternyata seseorang yang meyuruhnya melakukan hal tersebut namanya di tulis dengan sebutan “Bpk Jkrta” di handphone tersebut.
Setelah ditelusuri nama dan nomor “Bpk Jkrta” ternyata yang bersangkutan adalah seorang lelaki warga Mimika yang selama ini disinyalir menjadi salah satu aktor dibalik laporan kasus pesawat Pemda Mimika.
Bahkan di media Whatssap pada handphone tersebut terpampang wajah dan nama lengkapnya beserta gelar pendidikan yang dimilikinya.
‘Bpk Jkrta’ juga diketahui ternyata selama ini terus memantau jalannya persidangan Plt Bupati Mimika bersama Ibu Silvy Herawati dimulai dari sidang pra peradilan.
Ia pernah terlihat berada di salah satu warung depan jalan kantor PN Jayapura dan juga terlihat memantau dari dalam sebuah mobil oleh simpatisan JR.
Di dalam pesan whatssap tersebut, ia telah menerima kiriman foto dan video keberadaan Plt Bupati Mimika dari orang yang disuruhnya.
“Mantaaap. Vidion dan foto lg. Vidio rambut putih,” ujarnya dalam pesan singkat tersebut beberapa menit setelah ketahuan.
Setelah kejadian ini, beberapa waktu kemudian, pihak kepolisian dari Polsek Abepura datang menemui keluarga dan simpatisan Plt Bupati Mimika terkait hal tersebut.
Tidak lama berselang, pemilik handphone yang diketahui sebagai supir mobil rental juga datang. Ia kemudian meminta maaf kepada keluarga dan simpatisan Plt Bupati Mimika atas apa yang dilakukannya itu.
“Saya minta maaf, apa yang saya buat ini salah. Saya hanya disuruh, saya tidak punya maksud apa-apa saya hanya diminta oleh dia (bpk Jakarta-red) untuk ambil foto dan video. Mereka sudah bayar mobil dan saya juga tidak punya hubungan lagi dengan mereka,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar hal ini tidak diproses dan meminta agar handphonenya dikembalikan karena hanya itu handphone yang ia miliki untuk melakukan komunikasi dengan pelanggannya.
“Ini pertama dan terakhir buat saya dan saya tidak akan melakukan lagi,” sesalnya.
Keluarga dan simpatisan JR pada akhirnya memaafkan lelaki tersebut dengan tidak melaporkannya ke polisi. Dan disaksikan Kanit Intel Polsek Abepura handphone tersebut kemudian diserahkan kembali ke pemiliknya.
Sebagaimana pantauan Koreri.com sejak awal mulai bergulir, kabar tentang kasus Plt Bupati Mimika Johannes Rettob adalah kasus pesanan begitu heboh di kalangan publik terutama di jagat maya.
Meski, KPK telah memeriksanya sejak 2017 lalu dan terbaru Polda Papua diawal 2023 ini menyatakan tidak ditemukan adanya peristiwa pidana dalam perkara tersebut namun kasus ini terus bergulir tanpa ada yang bisa membendungnya.
Berbagai kalangan sejak awal telah mensinyalir bahwa kasus tersebut disponsori oleh oknum atau pihak-pihak tertentu yang kabarnya sangat berambisi menguasai tampuk tertinggi Pemerintahan di Kabupaten Mimika sehingga kemudian menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi hasratnya akan kekuasaan.
Tentunya, masih perlu dibuktikan benar tidaknya klaim bahwa Kasus Dugaan Korupsi Plt Bupati Mimika Johannes Rettob adalah order dari kekuatan tertentu.
Namun heboh “Bpk Jkrta” patut menjadi sebuah fakta penting yang mengindikasikan bahwa ada pihak lain yang sementara memantau dari kejauhan.
Siapakah mereka ??? Hanya waktulah yang akan menjawabnya !!!
RIL






























