Dorong Perlu Adanya Dokumen Pembangunan Jangka Panjang, Ini Alasan Bapperida PBD

IMG 20231102 WA0013
Kepala Bapperida PBD Rahman, S.STP, M.Si / Foto : ZAN

Koreri.com, Sorong – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menggelar Focus Grup Discussion (FGD) terkait Fasilitasi Renstra OPD tahun 2024 – 2026 dan Renja OPD tahun 2024.

Giat berlangsung di Hotel Belagri Sorong selama dua hari, 1 – 2 November 2023

Kepala Bapperida PBD Rahman, S.STP, M.Si saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa secara regulasi program pembangunan dikenal selama ini diantaranya RPJDPD, RPJM dan RKPD. Namun semua itu terbatas waktunya.

Kaitannya dengan itu, Pemerintah perlu adanya dokumen jangka panjang lebih dari 25 tahun.

“Karena kita perlu melihat Papua ke depannya seperti apa. Kalau dianalogikan seperti ketika kita berkunjung ke museum untuk melihat masa lalu dan barang-barang antik yang terpajang. Dari masa lalu itu, bagaimana kita mengubah cara pandang kita dari museum menjadi visium untuk melihat pembangunan Papua di masa yang akan datang,” sambung Rahman.

Mengacu pada Papua Cerdas, Papua Sehat dan Papua Produktif maka bagian yang perlu diperhatikan dari masyarakat adalah bagaimana masalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat untuk 50 tahun kedepan .

“Sehingga yang perlu diperhatikan adanya dokumen yang dapat merangkum permasalahan perkembangan kehidupan manusia yang dimulai secara berjenjang dari kehidupan peradaban di jaman purbakala, tradisional lalu masyarakat modern dan menjadi masyarakat informatif,” urai Rahman.

Hal inilah, tegas dia, yang menjadi salah satu tantangan di Papua untuk dapat merangkum kemajemukan masyarakat yang kehidupannya ada dalam semua peradaban tersebut.

“Untuk itulah, diperlukan titik temu berupa dokumen rencana strategis pembangunan yang dapat menjawab perbedaan-perbedaan termasuk permasalahan yang timbul akibat perubahan dan perkembangan jaman yang terjadi,” tandasnya.

“Agar harmoni antara Pemerintah, adat, agama dan alam dapat disandingkan dalam satu visium tersebut,” pungkas Kepala Bapperida PBD.

Selain tim ahli dri UGM , hadir perwakilan Unversitas di Kota Sorong termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para stakeholder dalam forum diskusi ini.

ZAN