Aksi Beli BBM Subsidi “Berulang-ulang” Terjadi Lagi di SPBU Galala, Petugas Diduga Terlibat

Aksi Tab BBM di SPBU Galala

Koreri.com, Ambon – Meski tiga (3) petugas atau karyawannya terjerat hukum, pengelola SPBU Galala terkesan acuh tak acuh terhadap jeratan hukum yang dialami pekerjanya.

Bukannya kapok, aksi kejahatan mafia BBM kembali terjadi di SPBU tersebut.

Guna memastikan itu, sejumlah awak media selama beberapa hari terakhir ini, berkesempatan memantau aksi kejahatan petugas SPBU Galala.

Terkini, Selasa (13/3/2024), terciduk sejumlah pengemudi roda empat dan pengendara roda dua asik melakukan kejahatan mafia BBM di lapangan seputaran SPBU Galala.

Kurang lebih 4 jam, terpantau sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua terciduk sedang asyik melakukan tap BBM bersubsidi yang diisi saat mengantri di SPBU Galala.

Sesudah pengisian BBM, kendaraan-kendaraan tersebut kemudian beralih ke lokasi lain di kawasan sekitar pantai Galala.

Aksi Tab BBM di SPBU Galala3Di lokasi itulah BBM bersubsidi jenis pertalite yang baru saja di beli tersebut kembali disedot dari tangki bahan bakar kendaraan untuk dialirkan masuk ke jerigen-jerigen yang sudah di siapkan.

Usai meng-tap atau cor, kendaraan-kendaraan tersebut kembali mengantri guna pengisian ulang di SPBU tersebut dan selanjutnya melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.

Saat terciduk oleh kamera wartawan, para pengendara ini mulai melakukan teror kepada awak media yang meliput aksi kejahatan petugas SPBU Galala dan para pengendara serta pengemudi yang mencuri BBM bersubsidi jenis pertalite secara ilegal.

Hal itu terlihat jelas saat beberapa wartawan mencoba mendatangi salah satu pimpinan SPBU tersebut dengan tujuan hendak bertemu dengan Hengki Paliama.

Saking takutnya, petugas yang berada dalam kantor SPBU itu berkelit dengan dalil pimpinan sedang berangkat.

Aksi Tab BBM di SPBU Galala2Ternyata faktanya, Hengki Paliama ada di tempat dan tidak bepergian kemanapun. Yang bersangkutan diketahui hanya pulang sebentar ke rumah pribadinya untuk makan siang.

Rumah tersebut jaraknya pun tidak jauh dari lokasi SPBU Galala.

Ulah nakal petugas SPBU Galala ini sudah sepantasnya diganjar dengan sanksi berat dan dikeluarkan dari SPBU karena melakukan aksi kejahatan mengisi dan menjual BBM bersubsidi jenis pertalite secara ilegal dan tidak sesuai aturan.

Pihak aparat penegak hukum juga diminta segera mengusut tuntas kejahatan mafia BBM yang terus diperankan sejumlah oknum petugas SPBU Galala.

Karena aksinya selama ini merugikan masyarakat banyak yang juga akhirnya memicu terjadi kelangkaan bahkan memicu melambungnya harga BBM eceran di jalanan.

RLS