Soal LJ Klaim “Kader Pinggir Jalan”, Begini Respon Balik Generasi Muda Moi

IMG 20240414 WA0016

Koreri.com, Sorong – Ketua Generasi Muda Moi Paulus Syufan menyampaikan pernyataan sikap politik terkait kontestasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang akan berlangsung di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) pada 27 November 2024 mendatang.

Secara khusus pernyataan tersebut ditujukan pada kontestasi pesta demokrasi 5 tahunan di Kota Sorong, ibukota Provinsi PBD.

Hal itu berkaitan soal pernyataan mantan Wali Kota Sorong Lambert Jitmau (LJ) di sejumlah media baru-baru ini yang menyoal undangan Partai Golkar kepada Septinus Lobat sebagai Bakal Calon Wali Kota Sorong periode 2024 – 2029 selain Petronela Kambu.

“Bapak Septinus Lobat itu, beliau adalah bapak kami, orang tua kami juga senior kami dan yang hari ini menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Sorong. Saya pikir ini adalah hak prerogatif beliau untuk memenuhi undangan Partai Golkar, hak demokrasi setiap orang yang ada di Papua Barat Daya,” ungkapnya Paulus dalam keterangan persnya kepada awak media di Sorong, Jumat (12/4/2024).

Ia kemudian menyoroti soal progres perkembangan di Kota Sorong yang selama ini dipimpin oleh orang dari luar Suku Moi.

“Sudah kurang lebih puluhan tahun, kami di Kota Sorong ini melihat bahwa progres perkembangannya hanya begitu-begitu saja dan tidak ada perubahan. Kenapa? Karena kota ini dipimpin oleh suku-suku lain dari luar yang sebenarnya tidak paham situasi dan perkembangan dalam kota ini,” sorotnya.

Karena itu, kehadiran Septinus Lobat adalah merupakan penantian panjang dari orang Moi sendiri maupun seluruh suku Nusantara yang ada Papua Barat Daya untuk memimpin Kota Sorong.

“Intinya, orang Moi sudah siap untuk pimpin kota ini. Jadi saya pikir kalau ada yang menyampaikan bahwa kader dari pinggir jalan lalu diberikan rekomendasi, itu bahasa yang sebenarnya menurut saya selaku Ketua Generasi Muda Moi Itu layak dikembalikan kepada yang bersangkutan juga,” cetusnya.

Baginya, Septinus Lobat adalah representasi dari pada orang Moi yang sudah siap untuk maju di bursa calon Wali Kota Sorong periode 2024 – 2029.

“Beliau ini punya se-gudang pengalaman yang luar biasa karena pernah menduduki sejumlah posisi penting mulai dari Staf Ahli hingga Kepala Bappeda termasuk juga pernah menjabat Sekretaris KPU dan hingga saat ini masih menjabat Asisten I di lingkup Pemerintah Provinsi PBD dan Tuhan percayakan juga sebagai Pejabat Wali Kota Sorong,” bebernya.

“Saya pikir beliau ini bukan kaleng-kaleng, dan bukan orang baru dalam birokrasi pemerintahan. Maka kalau orang Moi sudah siap untuk maju, kenapa tidak,” tekan Paulus.

Pada prinsipnya, tegas dia, orang Moi bersama suku Nusantara yang ada di kota ini sudah siap dan berkomitmen untuk bersama-sama mendukung Septinus Lobat maju bertarung di Pilkada 2024.

“Kami siap dukung apapun caranya. Jadi, kalau ada yang baru mau pikir-pikir rekomendasi dan segala macam, yang besok mau baru ke Jakarta dan lain-lain saya pikir kalau baru jalan, jalan sudah! Kitong ini jalan sudah terlalu jauh,” pintanya.

Paulus juga menyampaikan pesan kepada teman-teman suku Papua lain yang selama ini sudah hidup di atas tanah Malamoi.

“Kami orang Moi sudah berikan segala kehidupan bagi bapak, ibu dan saudara-saudara sekalian, maka salahkah kalau orang Moi harus memimpin negeri ini? Untuk itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat Nusantara maupun Papua lainnya yang tinggal hidup di Tanah Moi ini agar bersama-sama dengan kita mendukung bapak Septinus Lobat maju bertarung pada Pemilihan Wali Kota Sorong 2024,” imbuhnya.

Paulus menambahkan, soal hal-hal yang berkaitan dengan pengunduran diri Lobat tentu ada regulasi atau mekanisme yang mengatur itu. Sehingga tidak perlu harus diumbar-umbar di media.

“Mulai hari ini, tim kami sudah terbentuk dan hari-hari berikutnya kami siap untuk bekerja semaksimal mungkin untuk memenangkan bapak Septinus Lobat sebagai Wali Kota Sorong untuk periode 2024 2029. Sementara hal-hal yang berkaitan dengan isu-isu di luar, hari ini kami juga terutama dari Suku Moi sudah menyiapkan strategi untuk menangkis semua apa yang disampaikan pihak lainnya,” paparnya.

Di kesempatan itu, Paulus juga secara khusus menyampaikan pesan tegas kepada LJ.

“Saya mau sampaikan secara tegas kepada bapak Lambert Jitmau. Bapak harus tahu, bahwa kota ini bukan milik bapak sendiri, orang Moi masih ada. Jadi bapak jangan berpikir bahwa kota ini hanya dipimpin oleh satu suku, satu orang atau satu keluarga. Kota ini bukan milik pribadi. Tolong sampaikan ini kepada beliau juga bahwa kota ini bukan milik pribadi yang bersangkutan atau suku yang bersangkutan, tidak! Karena semua orang punya hak di atas tanah ini. Jadi jangan beliau berpikir bahwa tahta pemerintahan ini adalah tahta kerajaan, tidak sama sekali. Ini milik semua orang. Siapapun yang hidup di atas tanah ini berhak untuk maju sebagai kepala daerah, maju sebagai legislator di DPRD, semua punya hak yang sama,” tegasnya.

Olehnya itu, Paulus sekali lagi menepis tudingan yang disampaikan mantan Wali Kota Sorong dua periode tersebut.

“Sekali lagi saya tegaskan, Bapak Septinus Lobat mewakili representasi orang Moi sudah siap maju sebagai Calon Wali Kota Sorong periode 2024 – 2029,” pungkasnya.

ZAN