2 Kampung di Wamena Kembali Perang, 5 Orang Jadi Korban

Kapolres Jwjy Bentrok 2 Kp 5 korban

Koreri.com, Jayapura – Pertikaian antar warga kampung Wukahilapok dan Meagama, Kabupaten Jayawijaya kembali terjadi sekitar pukul 06.30 WIT, Jumat (11/9/2020) pagi.

Akibatnya, 5 warga dari kedua kampung mengalami luka berat.

Korban dari Kampung Meagama atas nama Nias Wanimbo (luka panah di punggung kanan), Herman Wakerwa (luka panah di ada kiri), Kius Wanimbo (luka panah di mata kiri), Mon Miaga (luka bagian kaki kanan)

“Sementara korban dari Kampung Hukailapok, Adrius Kalolik mengalami luka panah di paha kiri,” terang Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. AM. Kamal di Kota Jayapura, Sabtu (12/9/2020).

Saat ini, lanjut dia, anggota masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi dan melakukan razia senjata tajam guna mencegah terjadinya bentorkan susulan.

Untuk korban luka panah, kata Kamal, sempat dievakuasi ke RSUD Wamena namun pihak keluarga menolak, sehingga diminta untuk dibawa pulang ke kampung masing-masing.

“Diduga aksi penyerangan tersebut dilatarbelakangi pembakaran honai kosong di tengah hutan kampung Meagama oleh orang tak dikenal (OTK, red),” sambung Kamal.

Dalam rilisnya, Kamal menjelaskan kronologis kejadian dimana  pukul 06.30 WIT anggota Polres Jayawijaya menerima laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi aksi saling serang antara Kampung Wukahilapok, Distrik Pelebaga dan Kampung Meagama Distrik Hubikosi diatas gunung.

Piket Fungsi dan personil Dalmas Polres Jayawijaya dipimpin Kapolres AKBP Dominggus Romaropen langsung mendatangi TKP guna mencegah pertikaian kedua kampung.

Kapolres dan Kasat Binmas melakukan imbauan kepada masyarakat kedua kampung untuk tidak saling menyerang dan memerintahkan kepada tokoh masyarakat untuk menarik pasukannya mundur serta melakukan penyisiran pada kelompok Kampung Wuka Hilapok.

Kemudian, pukul 08.00 WIT Kapolres Jayawijaya dan Kasat Binmas bersama anggota memberikan imbauan dipertigaan Jalan Muai dan Trans Kimbim di atas bukit untuk menghimbau kepada kedua kubu agar menarik mundur pasukannya dan tidak saling menyerang serta menghentikan peperangan.

Pukul 09.30 WIT masyarakat Kampung Wukahilapok dan Meagama menarik kembali pasukannya untuk berkumpul di halaman kantor kampung masing masing.

Selanjutnya Kapolres Jayawijaya memberikan imbauan untuk tidak kembali melakukan peperangan dan memerintahkan kepada tokoh kampung Meagama agar berdialog bersama dengan tokoh kampung Wukahilapok di Polres Jayawijaya.

Tokoh masyarakat dan warga yang berada di atas gunung tiba di lapangan Kampung Wukahilapok dan diberikan arahan oleh Kapolres Jayawijaya serta mengajak kepada berdialog bersama di Polres Jayawijaya.

Setelah berkomunikasi melalui telepon disepakati bahwa kedua kampung akan berdialog dengan perwakilan masing-masing 10 orang bertempat di Polres Jayawijaya pada hari Sabtu tanggal 12 September 2020 pukul 10.00 WIT.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen S.Sos MM memimpin kegiatan razia senjata tajam di dua titik, Jalan Lantipo dan di Jalan Safidarwin – Irian bersama Anggota Lalulintas, Sat Dalmas dan Brimob dalam rangka mengantisipasi bentrok antar kedua kampung berdampak ke dalam Kota Wamena.

“Untuk itu, diimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan,” pungkasnya.

VER