DKP2B-Satpol PP PBD Musnahkan Makanan Siap Saji Kedaluwarsa, Segini Totalnya

DKP2B Satpol PP PBD Musnahkan Mknan Siap Saji Kedaluwarsa 1
DKP2B-Satpol PP PBD saat melakukan pemusnahan makanan siap saji kedaluwarsa di halaman kantor setempat, Kota Sorong, Jumat (21/2/2025) / Foto : Marni - Berita Aktual

Koreri.com, Sorong – Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satuan Polisi Pamong Praja (DKP2B-Satpol PP) Papua Barat Daya melakukan pemusnahan makanan siap saji kedaluwarsa di halaman kantor setempat, Kota Sorong, Jumat (21/2/2025).

Barang yang dimusnahkan merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2023 yang sebelumnya digunakan sebagai buffer stock dalam menghadapi bencana alam dan bencana sosial di wilayah provinsi ini.

DKP2B Satpol PP PBD Musnahkan Mknan Siap Saji Kedaluwarsa2
Proses pemusnahan / Foto : Suzan

Total ada 16 karton makanan siap saji yang dimusnahkan diantaranya, ada ayam balado sebanyak delapan karton, serta nasi kuning ayam, nasi daging lada hitam, dan nasi ikan bumbu rujak sebanyak delapan karton.

Kabid Penanggulangan Bencana DKP2B-Satpol PP PBD Jhosua Homer mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada stok bantuan makanan cepat saji yang sudah kedaluwarsa sejak bulan November dan Desember 2024.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata terdapat makanan yang sudah expired sejak tahun lalu sehingga kami melakukan tindakan pemusnahan pada hari ini,” jelasnya.

DKP2B Satpol PP PBD Musnahkan Mknan Siap Saji Kedaluwarsa3
Kabid Penanggulangan Bencana DKP2B-Satpol PP PBD Jhosua Homer saat memberikan keterangan pers / Foto : Suzan

Setelah dimusnahkan, lanjut Homer, pihaknya akan menyurati BNPB pusat, Inspektorat dan kepada gubernur PBD dalam bentuk Berita Acara untuk ditindaklanjuti karena kami sudah tidak punya lagi buffer stok atau persediaan makanan cepat saji saat bencana.

Homer berharap tetap adanya sharing dana dari BNPB pusat dan Pemerintah Provinsi.

“Agar pengadaan buffer stok tetap ada untuk mengantisipasi ketika terjadi bencana sebagai solusi alternatif makanan cepat saji bagi masyarakat di Papua Barat Daya,’ pungkasnya.

ZAN