Koreri.com, Sarmi – Ketua DPRK Sarmi, Muhamad Tiris menegaskan komitmen penuh masyarakat Suku Manirem untuk mendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1, Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM-CK) dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Papua yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai menyambut langsung kehadiran BTM di Kampung Nengke, Sarmi, bersama tokoh adat Ondo Afi Manirem Pantai Timur, Dematrius Namantar, Selasa malam (1/7/2025).
Kehadiran BTM disambut hangat masyarakat yang telah menunggu sejak pagi hingga malam, menunjukkan antusiasme luar biasa warga terhadap sosok pemimpin yang mereka anggap sebagai bagian dari keluarga besar Manirem.
“Meski saya berasal dari partai lain, tapi saya anak adat Manirem. Dan Bapak BTM bukan orang asing bagi kami—beliau adalah keluarga. Kalau keluarga datang, bahkan mati pun kami siap untuknya,” tegas Tiris penuh semangat.
Tiris yang juga dikenal sebagai politisi muda penuh pengaruh di Sarmi menegaskan, selama 25 tahun terakhir Suku Manirem telah mengambil peran penting di eksekutif maupun legislatif daerah. Kini, mereka sepenuhnya menjatuhkan pilihan kepada BTM-CK untuk memimpin Papua.

“Kami mohon Pak BTM, kalau nanti terpilih, sempatkan berkantor di Sarmi selama dua bulan. Kami ingin Kabupaten Sarmi Timur diwujudkan, dan masyarakat kami dibantu dalam hal pemanfaatan hasil hutan yang adil,” harapnya.
Sementara itu, BTM dalam sambutannya menyatakan rasa haru dan terima kasih atas sambutan hangat keluarga besar Manirem. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan tamu, melainkan bagian dari komunitas yang sama.
“Saya datang bukan sebagai orang lain, tapi sebagai anak Manirem, anak Tabi. Kita rayakan kemenangan ini bersama. Ingat, tanggal 6 Agustus datang ke TPS, gunakan hak pilih, dan kawal suara kita sampai pelantikan,” ujar BTM yang disambut sorak sorai warga.
BTM juga mengapresiasi komitmen warga Sarmi dan Suku Manirem yang konsisten dalam mendukung kepemimpinan asli Papua, seraya menegaskan bahwa perjuangan ini bukan soal politik semata, tapi tentang jati diri dan masa depan bersama.
TIM
























