Koreri.com, Ambon – Tim Penggerak PKK Kota Ambon sosialisasikan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak kepada para guru dan siswa-siswi SMP Negeri 2 Ambon, Kamis (7/8/2025).
Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena hadir langsung beserta para pengurus, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon Meggy Lekatompessy dan Kepala Tata Usaha SMPN 2, Iskandar Bugis, beserta para guru.
Kepala DP3AMD, Meggy Lekatompessy saat pemaparan materinya menjelaskan terkait literasi digital dan kekerasan seksual berbasis online.
Menurutnya, internet memiliki dua sisi wajah yang berbeda yakni positif dan negatif. Sisi positifnya, Internet memungkinkan akses mudah ke informasi yang luas dan beragam, memfasilitasi pembelajaran dan penelitian, memungkinkan komunikasi instan dengan orang-orang di seluruh dunia melalui email, media sosial, dan aplikasi pesan, memungkinkan transaksi online, e-commerce, dan peluang bisnis digital lainnya, bahkan akses ke sumber daya pendidikan online, kursus, dan tutorial.
Sedangkan dari sisi negatif, Internet dapat menyebarkan informasi palsu, hoaks, dan berita bohong yang dapat menyesatkan, menyebabkan ketergantungan pada teknologi dan media sosial, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.
Internet juga dapat rentan terhadap serangan siber, pencurian data, dan penipuan online, selain itu dapat menampilkan konten negatif, seperti kekerasan, pornografi, dan ujaran kebencian.
“Dengan demikian, internet memiliki dua sisi wajah yang berbeda, dan penting untuk menggunakan internet dengan bijak dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Terkait kekerasan seksual berbasis online, ia menjelaskan hal tersebut adalah tindakan kekerasan yang dilakukan melalui platform digital, seperti media sosial, pesan instan, atau situs web.
Diantaranya yaitu, mengirimkan pesan atau konten seksual yang tidak diinginkan kepada seseorang, menyebarkan informasi atau konten seksual tentang seseorang tanpa persetujuan mereka, menggunakan gambar atau video seksual seseorang tanpa persetujuan mereka, atau memaksa seseorang untuk melakukan tindakan seksual di depan kamera serta menggunakan platform online untuk menculik atau menipu seseorang dengan tujuan seksual.
Adapun dampak yang ditimbulkan bisa menyebabkan trauma psikologis yang serius bagi korban, merusak reputasi korban dan menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi, menyebabkan ketergantungan dan kecemasan pada korban.
Sementara itu, upaya pencegahan dan penanganan melalui pendidikan, penggunaan teknologi yang aman, serta enyediakan dukungan dan bantuan kepada korban kekerasan seksual berbasis online, seperti konseling dan bantuan hukum.
Kekerasan seksual berbasis online adalah tindakan yang serius dan dapat memiliki dampak yang signifikan pada korban sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan.
“Bukan saja ke anak perempuan, namun kekerasan seksual dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak laki-laki. Kekerasan seksual terhadap anak laki-laki dapat memiliki dampak yang serius dan jangka panjang pada kesehatan mental dan fisik mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, dalam pemaparan materinya menjelaskan terkait pola asuh pembentukan karakter anak dan pencegahan kekerasan.
Pola asuh atau parenting adalah cara orang tua mendidik, mengasuh, dan membimbing anak-anak mereka. Pola asuh yang efektif dapat membantu anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik, baik secara fisik, emosi, maupun sosial.
“Setiap jenis pola asuh dapat memiliki dampak yang berbeda pada anak-anak, dan penting untuk menemukan pola asuh yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak,” pungkasnya.
JFL
























