Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menggelar pelatihan jahit menjahit khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).
Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Disperindag Mimika, Jalan Poros SP II–V, Selasa (21/7/2026).
Pelatihan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 ini diikuti sebanyak 35 peserta dari enam sanggar Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaan Disperindag Mimika.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, hingga 23 Juli 2026, dengan menghadirkan narasumber dari Ikatan Penjahit Indonesia (IPI) Kabupaten Mimika.
Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriana, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat OAP.
Program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat sektor industri kecil menengah sebagai pilar utama ekonomi daerah.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan penting bagi mama-mama OAP untuk meningkatkan keterampilan. Pemerintah hadir tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga dukungan nyata agar usaha mereka bisa berkembang dan mandiri,” ujar Kadis Sabelina Fitriana dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
Sebagai bentuk dukungan konkret, setiap sanggar peserta mendapatkan bantuan satu unit mesin jahit, bahan pelatihan, serta bantuan modal pembinaan sebesar Rp40 juta per sanggar.

Selain itu, Disperindag Mimika juga berencana membangun rumah produksi dan galeri kecil sebagai wadah pemasaran produk-produk lokal hasil karya OAP.
Produk seperti noken, tas, pakaian, hingga kerajinan khas Papua diharapkan dapat dikembangkan dengan sentuhan kreativitas dan inovasi agar memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kami ingin produk mama-mama tidak hanya tradisional, tetapi juga bisa dikembangkan secara modern dan kreatif, sehingga mampu bersaing dan menjadi oleh-oleh khas bagi tamu yang datang ke Timika,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disperindag Mimika, Salma, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan IKM yang lebih luas, dengan total 18 sanggar yang akan mendapat pelatihan di tiga bidang berbeda, yakni menjahit, aksesoris, dan olahan pangan.
“Setiap sanggar mendapatkan bantuan Rp40 juta sebagai penguatan modal usaha. Penyalurannya dilakukan bertahap dan tetap dalam pendampingan dinas, agar tepat sasaran dan benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha,” jelasnya.
Dijelaskan kegiatan ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil, menumbuhkan wirausaha baru di sektor konveksi, serta meningkatkan kualitas produk IKM lokal.
Materi pelatihan meliputi keselamatan kerja, pengenalan mesin jahit, pembuatan pola, teknik menjahit dasar hingga lanjutan, serta kewirausahaan dan pemasaran produk.
“Harapannya, peserta tidak hanya terampil, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya.
EHO

























