Bupati Mimika Ajak Alumni Binterbusih Jadi Mitra Pemerintah Bangun Papua

1000565532 optimized 50

Koreri.com, Timika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak ratusan alumni Yayasan Bina Teruna Indonesia Bumi Cenderawasih (Binterbusih) menjadikan jejaring alumni sebagai kekuatan baru untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua.

Menurut Bupati, Binterbusih telah berperan mencetak generasi muda Papua yang kini menduduki berbagai profesi dan posisi strategis, mulai dari pemerintahan hingga tingkat nasional.

“Bapak ibu sekarang luar biasa, memegang semua profesi di Tanah Papua dan punya pengaruh yang luar biasa kepada masyarakat dan generasi muda Papua,” ujar Bupati Rettob dalam sambutan Temu Alumni ke-V Yayasan Binterbusih se-Tanah Papua dan bedah buku di Timika, Jumat (4/9/2026).

Ia berharap para alumni dapat menjadi mitra pemerintah di berbagai daerah dengan memberikan kontribusi nyata sesuai bidang dan kapasitas masing-masing.

Menurutnya, pembangunan Papua membutuhkan kolaborasi karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

Sinergi antara pemerintah, alumni Binterbusih dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi fondasi penting untuk mendorong kemajuan daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bekerja dengan semua pemangku kepentingan untuk membangun daerah menjadi lebih maju,” ujarnya.

Rettob menambahkan, temu alumni bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk melahirkan kolaborasi dan karya nyata bagi masyarakat Papua.

Sementara itu, Direktur Yayasan Binterbusih Pascalis Abner mengatakan temu alumni ke-V turut dirangkaikan dengan bedah buku karya Ketua Dewan Pembina Yayasan Binterbusih, Paul Sudiyo, serta ibadah syukur 50 tahun pengabdiannya bagi generasi muda Papua.

Ketua Panitia Nenu Tabuni mengatakan kegiatan yang dipusatkan di Provinsi Papua Tengah dengan Mimika dan Puncak sebagai tuan rumah tersebut juga menjadi momentum pembentukan organisasi alumni Binterbusih.

Saat ini, sekitar 600 alumni Binterbusih tersebar di enam provinsi di Tanah Papua dan mengisi berbagai posisi, di antaranya kepala daerah, pejabat pemerintahan, politisi, anggota DPR, pengusaha serta pemimpin lembaga agama dan adat.

Pembentukan organisasi alumni diharapkan menjadi wadah bersama dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten untuk memperkuat kontribusi alumni dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia Papua.

EHO