DP3AP2KB Mimika Gelar Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting 2025

Pemkab Mimika Penurunan Stunting 2025

Koreri.com, Timika – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika menggelar Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Distrik dan Kabupaten Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (21/8/2025), dihadiri 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu stunting, perwakilan 18 distrik, 26 puskesmas, serta mitra terkait.

Mewakili Bupati Mimika, Penjabat Sekretaris Daerah Mimika, Abraham Kateyau, S.E., M.H., secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan serius di Mimika.

“Aksi konvergensi adalah upaya kolaboratif yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Stunting bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan isu multidimensi yang menyangkut gizi, lingkungan, pendidikan hingga perlindungan anak,” ujar Kateyau.

Pemkab Mimika Penurunan Stunting 2025 2Menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Mimika mencapai 21,7 persen.

Angka ini menuntut kerja keras bersama agar dapat ditekan sesuai target nasional.

Kateyau menekankan, kelompok prioritas pencegahan meliputi ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, anak baduta, balita, remaja putri, calon pengantin, rumah tangga hingga masyarakat umum.

Karena itu, diperlukan komitmen, integrasi, serta kesinambungan program di semua tingkatan.

Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen penuh mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan berbasis data, penguatan kapasitas di tingkat distrik, serta pelibatan aktif masyarakat dan keluarga.

“Dengan aksi konvergensi yang berkelanjutan, kita berharap Mimika mampu menurunkan angka stunting lebih cepat, sekaligus berkontribusi terhadap visi nasional menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif,” tegas Kateyau.

TIM