Koreri.com, Timika — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus memperkuat layanan kesehatan di wilayahnya melalui sejumlah program strategis pada tahun 2026, mulai dari persiapan akreditasi rumah sakit, digitalisasi layanan, hingga penguatan tenaga kesehatan di daerah terpencil.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Dr. Reynold Ubra, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah persiapan akreditasi Rumah Sakit (RS) Banti yang berlokasi di Distrik Banti.
Menurutnya, RS tersebut ditargetkan mulai mengoperasikan ruang operasi pada Juni 2026.
“Kami menargetkan ruang operasi mulai beroperasi pada bulan Juni, dan pada 26 Juni 2026 dijadwalkan pelaksanaan kasus operasi pertama,” ujarnya.
Layanan Terpadu One Stop Service
Ruang operasi di RS Banti dirancang dengan konsep one stop service yang terintegrasi dengan berbagai unit layanan di lokasi.
Tujuannya adalah mengurangi jumlah rujukan ke luar daerah sehingga masyarakat bisa memperoleh pelayanan yang cepat dan komprehensif.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga mulai menerapkan transformasi digital melalui penggunaan rekam medis elektronik di seluruh fasilitas kesehatan.
Wilayah pesisir yang telah memiliki akses internet turut didukung dengan penyediaan jaringan dan listrik agar sistem digital dapat berjalan optimal.
Telemedicine untuk Wilayah Terpencil
Untuk mengatasi kendala geografis, Pemkab Mimika juga menyiapkan tim telemedicine di tingkat kabupaten maupun rumah sakit.
Melalui sistem ini, tenaga kesehatan di daerah terpencil dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis atau merujuk pasien secara daring menggunakan teknologi yang aman dan terpercaya.
“Dengan telemedicine, pelayanan kesehatan tetap bisa optimal meskipun terkendala jarak,” jelas Ubra.
Energi Mandiri dan Pemeliharaan Berkala
Guna menjamin keberlangsungan layanan, fasilitas kesehatan juga akan dilengkapi energi terbarukan berupa panel surya (solar cell) sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik dari PLN.
Sementara itu, pemeliharaan sistem dilakukan secara berkala bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan seluruh perangkat tetap berfungsi dengan baik.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan Masih Tinggi
Berdasarkan data akuntabilitas, jumlah penduduk di Kabupaten Mimika saat ini sekitar 320 ribu jiwa dengan pertumbuhan hampir 5 persen per tahun.
Secara ideal, setiap 1.000 penduduk dilayani minimal oleh dua dokter, dua perawat, dan dua bidan. Saat ini terdapat 79 dokter yang bertugas di puskesmas, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar tiga dokter.
Namun demikian, pemerintah daerah menekankan efisiensi melalui optimalisasi tenaga yang ada, bukan pengurangan.
Enam Program Prioritas Kesehatan
Untuk menjawab peningkatan kebutuhan layanan, Dinas Kesehatan menjalankan enam program prioritas pembangunan kesehatan, salah satunya pemberdayaan masyarakat melalui:
Posyandu
Pos Kesehatan Desa
Kader kesehatan lokal
Program dokter kecil di sekolah
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan sejak dini.
Keterbatasan Dokter Spesialis Diatasi dengan Kolaborasi
Ketersediaan dokter spesialis di Mimika masih terbatas. Namun pemerintah daerah berupaya mengatasinya melalui sistem telemedicine serta kerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis yang memadai.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Dinas Kesehatan Mimika optimistis kualitas pelayanan kesehatan akan semakin meningkat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.
EHO
























