Koreri.com, Sorong – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke 49 Kampung Klasaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong melalui Kelurahan Klasaman, Distrik Klaurung menggelar Deklarasi Kebersihan dan Penananam Pohon sepanjang jalan utama.
Deklarasi tersebut mengusung tema “Mari bersama menjaga kebersihan dan melakukan penghijauan demi terwujudnya lingkungan Kampung Klasaman yang bersih, sehat,bersih dan asri.
Kegiatan deklarasi ini dibuka secara oleh Wali Kota Sorong yang diwakili Asisten I Setda Jeremias Gemenop, S.H, didampingi Kepala Dinas Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong Corina Mansawan, Kepala Distrik Klaurung dan Kepala kelurahan Klasaman di kantor lurah setempat, Jumat (13/3/2026).
Asisten I Jeremias Gemenop mengharapkan aksi deklarasi kebersihan dan penanaman pohon ini dapat menghidupkan kembali kampung klasaman yang bersih dan asri.
“Kita jadikan Kampung Klasaman yang bersih dan asri,” harapnya.
Sementara ketua panitia HUT ke-49 Kampung Klasaman Jekson Arnold Klasibin menjelaskan, puncak perayaan HUT Resetlemen Kampung Klasaman akan digelar pada 20 April 2026 mendatang, tapi ada beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan melibatkan masyarakat secara luas.

Kegiatan pertama adalah sayembara desain logo Kampung Klasaman. Sayembara ini terbuka untuk umum, sehingga seluruh masyarakat Kota Sorong dapat ikut berpartisipasi dalam memberikan ide dan kreativitas terbaiknya.
“Kami juga mengadakan lomba kebersihan lingkungan dan hari ini kami memulai dengan deklarasi kebersihan sekaligus penanaman pohon, yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju lomba kebersihan lingkungan,” ungkap Jekson Klasibin.
Untuk kegiatan penanaman pohon, dimulai dari depan Kantor Kelurahan Klasaman hingga turunan UT kilometer 13. Jika memungkinkan, kegiatan tersebut akan dilanjutkan hingga Kilo 12 Jembatan Klawalu.
Total pohon yang disiapkan untuk penanaman sekitar 150 pohon.
Kemudian, panitia akan menyelenggarakan turnamen sepak bola yang tidak hanya diikuti warga Klasaman, tetapi tim dari wilayah sekitar seperti Malibela, Klamana, Aimas, dan Malanu.
Selain sepak bola, panitia juga mengadakan lomba bola voli putri, futsal untuk anak-anak putra dan putri, serta beberapa kegiatan lainnya yang melibatkan generasi muda.
Untuk melestarikan budaya lokal akan digelar lomba berhitung dalam bahasa Moi.
Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda, khususnya anak-anak, dapat kembali mengenal dan memahami cara berhitung dalam bahasa daerahnya.

“Tidak hanya itu, ada juga lomba fashion show busana adat Moi. Dalam lomba ini, peserta akan menampilkan cara berpakaian asli masyarakat Moi, yang akan menjadi salah satu kriteria penilaian,” ujarnya.
Dalam mengembangkan bakat maka akan dilaksanakan lomba solo atau karaoke, dengan lagu wajib berbahasa Moi, serta beberapa lagu pilihan yang telah disiapkan oleh panitia.
Selama ini, sejarah Kampung Klasaman biasanya hanya dibacakan secara lisan dan belum pernah terdokumentasi dengan baik.
Karena itu, pihak panitia bekerja sama dengan Dinas kominfo Kota Sorong untuk membuat video dokumentasi sejarah Kampung Klasaman, agar dapat menjadi arsip yang bisa disaksikan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
“Pada puncak perayaan tanggal 20 April, kami juga akan meluncurkan website resmi Kampung Klasaman, yang juga dikembangkan bekerja sama dengan Diskominfo Kota Sorong. Bersamaan dengan itu, kami juga akan meluncurkan logo resmi Kampung Klasaman,” sahutnya.
Jekson berharap, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial atau berhenti sampai pada perayaan saja, tetapi bisa terus berlanjut dan menjadi kebiasaan positif bagi masyarakat, khususnya masyarakat Suku Moi.
“Pada dasarnya kecintaan terhadap lingkungan dan tanah ini bukan hanya milik masyarakat Moi saja, tetapi bagi siapa pun yang tinggal di Kota Sorong. Mari kita bersama-sama mencintai dan menjaga tanah ini seperti kita mencintai tanah kita sendiri,” ajaknya.
KENN































