Rayakan Jumat Agung-Paskah, Pemuda dan anak GBI BSB Sorong Nobar “David”

GBI BSB Nobar Paskah 2026
Momen nonton bareng pemuda dan anak-anak Jemaat GBI Bukit Sabda Bahagia Sorong, Sabtu (4/4/2026) / Foto :KENN

Koreri.com, Sorong – Perayaan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus di tahuni ini  sangat bermakna bagi pemuda dan anak-anak Gereja Bethel Indonesia Jemaat Bukit Sabda Bahagia (GBI BSB) Sorong, Papua Barat Daya.

Di momentum peringatan Jumat Agung dan Paskah Kristus, anak-anak GBI BSB Sorong menggelar nonton bareng (Nobar) film David di gedung gereja setempat, Sabtu (4/4/2026).

Rangkaian perayaan kematian dan kebangkitan Yesus ini adalah bagian penting dari iman Kristen. Tujuan dari seluruh rangkaian ini agar anak-anak Tuhan dapat mengerti bahwa kebangkitan Yesus merupakan titik utama dalam kehidupan orang percaya.

Wakil Gembala GBI BSB Sorong Pdp. Yana Balubun, S.E mengatakan, hari raya umat Kristen bukan hanya meriahnya Natal, tetapi yang paling penting adalah memahami makna kematian dan kebangkitan Yesus itu sendiri.

“Itulah yang seharusnya kita rayakan dan tanamkan,” ungkapnya kepada Koreri.com usai mengikuti nonton bareng.

Dikatakan Pdp. Yana bahwa biasanya anak-anak Tuhan lebih sering menonton film tentang kisah penderitaan atau kematian. Namun kali ini memilih menonton film tentang Daud, atau King David.

GBI BSB Pdp Yana Balubun2
Wakil Gembala GBI BSB Sorong Pdp. Yana Balubun, S.E / Foto : Ist

“Pertama, karena film ini baru saja tayang perdana pada tanggal 3 April, bertepatan dengan Jumat Agung. Kedua, film ini lebih sesuai dengan kategori usia anak-anak dan pemuda,” ujarnya.

Selain itu, kisah Daud dalam Alkitab pada dasarnya selalu berpusat pada Tuhan, dan pada akhirnya mengarah kepada Yesus.

Semangat dari Daud atau David itulah yang ingin ditanamkan agar bagaimana anak-anak tetap berharap kepada Tuhan, kemudian bangkit dari setiap pergumulan, dan bagaimana hidupnya mencerminkan perjalanan dari penderitaan menuju kemenangan.

“Harapan ke depan, anak-anak dan pemuda tidak hanya merasakan euforia saat Natal, tetapi benar-benar membawa semangat kebangkitan Yesus sebagai dasar utama dalam hidup mereka sehari-hari,” tukasnya.

KENN