Koreri.com, Ambon – Wakil Wali Kota Ely Toisutta membuka secara resmi Lomba Kampanye Anti-Bullying dan Ranking Satu tingkat SD di Kecamatan Teluk Baguala, Kota Ambon, Jumat (17/4/2026).
Kehadiran Wawali Ely mewakili Wali Kota Ambon membuat suasana penuh semangat dan harapan mewarnai kompleks SD Negeri 2 dan 4 Hative Besar di momen pembukaan itu.
Tak sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi emas yaitu anak-anak yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, berempati, dan berani melawan perundungan sejak dini.
Dalam sambutannya, Wawali Ely menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Ambon dalam membangun pendidikan berkualitas dan karakter generasi muda.
“Program ini sejalan dengan prioritas pembangunan 2025–2030, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta memperkuat peran pemuda dalam industri kreatif,” ungkapnya.
Lebih dari itu, lomba ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan ide, gagasan, dan pesan positif melalui karya kreatif. Harapannya, para peserta tidak hanya memahami konsep anti-bullying, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.
Wawali Ely juga menekankan bahwa kampanye anti-bullying akan terus diintegrasikan melalui edukasi di sekolah serta melibatkan kreativitas pemuda.
Menurutnya, pendekatan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman sekaligus mencegah dampak serius seperti depresi akibat perundungan.
“Melalui kegiatan ini, siswa dilatih berpikir cepat, tepat, dan kritis, sekaligus membangun mental kompetitif yang sehat,” tambahnya.
Mengusung tema “Stop Bullying, Ciptakan Sekolah yang Aman, Wujudkan Generasi Emas”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti empati, saling menghormati, dan kebersamaan menjadi inti dari setiap rangkaian lomba.
Dalam kesempatan tersebut, Wawali Ely juga mengingatkan bahwa sekolah merupakan ruang strategis dalam membentuk kepribadian dan nilai sosial siswa. Namun, realita menunjukkan bahwa praktik bullying masih terjadi, baik secara verbal, fisik, maupun sosial.
“Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Ambon, pengawas sekolah, Kepala Desa Hative Besar, para kepala sekolah dasar se-Kecamatan Teluk Ambon, Camat Teluk Ambon, panitia penyelenggara, hingga para peserta lomba dan undangan lainnya.
Di akhir sambutannya, Wawali Ely memberikan pesan penuh semangat kepada para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, kebersamaan, dan fair play.
Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, bukan tidak mungkin Ambon sedang menapaki langkah besar menuju lahirnya generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan bebas dari perundungan.
JFL






























